oleh

Muhammadiyah Day, PUSPAGA Luncurkan Prgogram Tenda Curhat Sebagai Fasilitas Konsultasi Psikologis

Dalam rangka mendekatkan layanan konsultasi psikologis dan edukasi keluarga kepada masyarakat, PUSPAGA Kota Bekasi menghadirkan layanan penjangkauan konsultasi yang dikemas melalui kegiatan “Tenda Curhat” pada acara Muhammadiyah Day 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 06.00–13.00 WIB, bertempat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan Ki Mangunsarkoro No. 45, Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai unsur kolaboratif, di antaranya Dikdasmen PDM Muhammadiyah Kota Bekasi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Indonesia (Unisma Bekasi), serta Satgas MRBS OPSM (Manajemen Risiko Bencana Sosial Orientasi Perilaku Seksual Menyimpang) MAM 03 Bekasi.

Baca Juga  Bantuan Keuangan 2027 Dihapus, DPRD Kaltim Dihadapkan Ujian Representasi Rakyat

Layanan konsultasi ini diikuti oleh masyarakat umum yang hadir dalam kegiatan Muhammadiyah Day 2026, mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Tercatat sebanyak 50 klien memanfaatkan layanan konsultasi yang disediakan selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan psikologis, edukasi keluarga, serta ruang konsultasi yang mudah dijangkau, nyaman, dan ramah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan mental, penguatan ketahanan keluarga, serta peningkatan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Baca Juga  Duduk Berbaur Menuju Hati yang Lebih Dekat: Rutan Tamiang Layang Bangun Kedekatan Lewat Agenda Makan Bersama

Dalam pelaksanaannya, pengunjung yang ingin mengikuti layanan terlebih dahulu mengisi formulir pendaftaran dan menjalani asesmen singkat. Selanjutnya, peserta mendapatkan layanan konsultasi bersama konselor maupun psikolog yang bertugas di Tenda Curhat. Demi menjaga kenyamanan dan privasi konsultasi, layanan dilaksanakan menggunakan ruang kelas TK Aisyiyah.

Selain layanan konsultasi, tersedia pula booth partisipatif yang mengajak pengunjung menyampaikan pesan sosial melalui media tempel bertema “Stop Normalisasi” dan “Ayo Normalisasi”. Kegiatan ini menjadi bentuk edukasi publik terkait perilaku positif, perlindungan anak, kesehatan mental, serta penguatan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga  Sekjen Makali Kumar Pimpin Musprov SMSI Kaltim 2025, Wiwid Mahendra Terpilih Jadi Ketua Periode 2025-2029 Tanpa Voting

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin terbuka untuk mencari bantuan, berkonsultasi, serta bersama-sama membangun lingkungan sosial yang sehat, aman, dan suportif bagi seluruh kalangan.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi bersama antara penyelenggara, konselor, dan seluruh pihak yang terlibat guna merefleksikan pelaksanaan layanan, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang muncul selama kegiatan, serta memperkuat tindak lanjut layanan edukasi dan konsultasi psikologis di masyarakat.

(Ndoet)

News Feed