oleh

DLH Banyumas Tinjau Pengelolaan Sampah dan Budidaya Maggot di Lapas Purwokerto

Purwokerto – Lapas Kelas IIA Purwokerto menerima kunjungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas bersama TPST Gawa Berkah Sokaraja Kulon pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 10.30 WIB. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka meninjau pelaksanaan pengelolaan sampah terpadu serta budidaya maggot yang dikembangkan di area Seksi Kegiatan Kerja (Bimbingan Kerja) Lapas Kelas IIA Purwokerto sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

Dalam kegiatan tersebut, tim DLH meninjau secara langsung sistem pengelolaan sampah organik yang diterapkan di lingkungan lapas. Proses yang diamati meliputi pemilahan sampah, pemanfaatan limbah organik sebagai media budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot, hingga pemanfaatan hasil budidaya yang memiliki nilai ekonomi dan mendukung program pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

Baca Juga  Sambut Ramadan 1447 H, Kanwil Ditjenpas Banten Gelar Doa Bersama, Tausiah, dan Munggahan

Selain peninjauan lapangan, kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) serta peluang pengembangan kerja sama dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Pada kesempatan tersebut, Kepala Seksi Kegiatan Kerja menjelaskan bahwa pemanfaatan sampah organik menjadi media budidaya maggot tidak hanya mampu mengurangi volume sampah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan dan pemberdayaan warga binaan agar memiliki bekal produktif setelah kembali ke masyarakat.

Baca Juga  Pegiat Budaya Bisa Manfaatkan Gedung Negara Jadi Pusat Ekspresi Seni di Banten

Tim Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas memberikan apresiasi terhadap inovasi pengelolaan sampah yang diterapkan oleh Lapas Kelas IIA Purwokerto. Program budidaya maggot dinilai menjadi salah satu bentuk pengelolaan lingkungan yang efektif sekaligus mendukung pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah melalui budidaya maggot merupakan bagian dari komitmen lapas dalam menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan.

Baca Juga  Lensa Kreatif, WBP Rutan Bangil Ikuti Pelatihan Fotografi Bersama Pelindo

“Kami terus mendorong berbagai program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Budidaya maggot tidak hanya membantu mengurangi sampah organik di lingkungan lapas, tetapi juga menjadi media pembelajaran keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Kalapas.

(Humas Lapas Purwokerto)

News Feed