oleh

Bukan Sekadar Publikasi, Dony Indrawan Dorong Kolaborasi Korporasi dan Media Beri Manfaat Nyata

 

Jakarta – Kolaborasi Korporasi dan Media dinilai memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, edukatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antara dunia usaha, insan pers, kalangan akademisi, serta masyarakat perlu dikembangkan melampaui hubungan publikasi, menuju kerja sama yang mampu memperluas literasi dan menghasilkan kontribusi sosial.

Pandangan tersebut disampaikan Dony Indrawan, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia. Ia menilai, komunikasi korporasi di tengah keterbukaan informasi perlu dibangun melalui hubungan yang konstruktif antara perusahaan, media, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Menurut Dony, informasi mengenai aktivitas perusahaan semestinya tidak berhenti pada penyampaian kabar atau publikasi kegiatan. Informasi juga perlu memiliki nilai edukasi, memperluas wawasan, serta memberikan pemahaman yang relevan dengan kebutuhan publik.

“Kolaborasi antara korporasi, media, dan masyarakat menjadi hal penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat. Perusahaan tidak cukup hanya menyampaikan informasi tentang aktivitasnya, tetapi juga perlu memastikan informasi tersebut memberikan nilai edukasi dan manfaat bagi masyarakat, mengenai pentingnya sinergi lintas sektor, ” ujar Dony, awak media di Jakarta, Senin (02/11/2026).

Persoalan ini menjadi penting karena masyarakat membutuhkan informasi yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga memiliki substansi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam kerangka tersebut, media berperan sebagai jembatan antara informasi korporasi dan kepentingan masyarakat. Di sisi lain, perusahaan perlu membangun keterbukaan serta komunikasi profesional agar informasi yang disampaikan dapat dipahami secara utuh dan proporsional.

Kolaborasi Korporasi dan Media Harus Melampaui Publikasi

Dony memandang hubungan antara korporasi dan media tidak seharusnya terbatas pada penyampaian informasi maupun publikasi kegiatan perusahaan. Hubungan tersebut perlu berkembang menjadi kemitraan yang sinergis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Baca Juga  Doa Bersama, Lapas Kelas IIA Cilegon Siap Sukseskan KTT G2O

“Media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara korporasi dan masyarakat. Karena itu, hubungan yang dibangun tidak semestinya hanya sebatas publikasi, tetapi harus menjadi kemitraan profesional yang dilandasi keterbukaan, kepercayaan, dan kepentingan publik,” demikian rumusan pesan yang dapat mewakili pandangannya.

Korporasi memiliki pengalaman, informasi, serta praktik profesional yang dapat menjadi sumber pengetahuan. Media mempunyai kemampuan mengolah dan menyampaikan informasi kepada khalayak luas. Sementara itu, masyarakat bukan hanya penerima informasi, tetapi juga memiliki peran dalam memberikan respons, masukan, dan perspektif terhadap berbagai persoalan.

Ketika ketiga unsur tersebut terhubung secara positif, informasi yang dihasilkan berpeluang menjadi lebih relevan dan memiliki nilai tambah bagi publik.

Karena itu, komunikasi korporasi perlu ditempatkan dalam kerangka tanggung jawab sosial. Artinya, keberhasilan komunikasi tidak semata-mata diukur melalui seberapa luas citra perusahaan terbentuk, tetapi juga dari kontribusi informasi terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat.

Karya Ilmiah Jadi Jembatan Korporasi dan Dunia Akademis

Salah satu aspek penting dalam gagasan kolaborasi tersebut adalah keterhubungan antara praktik korporasi, aktivitas media, dan pengembangan pengetahuan melalui karya ilmiah.

Pengalaman serta praktik yang berkembang di lingkungan perusahaan dapat menjadi bahan pembelajaran, penelitian, maupun kajian akademis. Dengan pengolahan yang tepat, pengalaman lapangan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Sebaliknya, perguruan tinggi, akademisi, dan peneliti dapat memperkaya praktik korporasi melalui pemikiran kritis, penelitian berbasis data, serta rekomendasi yang dapat diterapkan.

“Pengalaman dan praktik di lingkungan korporasi dapat menjadi sumber pengetahuan yang dikembangkan melalui penelitian dan karya ilmiah. Sebaliknya, pemikiran akademisi juga dapat memperkaya praktik perusahaan sehingga tercipta pertukaran pengetahuan yang memberikan manfaat lebih luas, terkait hubungan dunia usaha dan akademisi.” jelasnya.

Baca Juga  Inklusi Keuangan Nasional Lampaui Target, Pemerintah Dorong Generasi Muda Gemar Menabung

Hubungan dua arah ini membuka ruang kerja sama yang lebih luas. Karya ilmiah tidak harus berhenti sebagai dokumen akademis, tetapi dapat dikembangkan menjadi pengetahuan aplikatif yang menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Media juga dapat berperan memperluas jangkauan hasil penelitian dan kajian akademis melalui pemberitaan, artikel edukasi, maupun produk informasi lainnya.

Dengan demikian, komunikasi, penelitian, dan pengembangan pengetahuan dapat berjalan beriringan. Kolaborasi lintas sektor tidak hanya mempertemukan kepentingan kelembagaan, tetapi juga menciptakan ruang pertukaran gagasan yang bermanfaat.

Informasi Korporasi sebagai Sarana Edukasi Publik

Lebih jauh, sinergi korporasi, media, dan kalangan akademis dapat diarahkan untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Berbagai informasi mengenai industri, lingkungan, pendidikan, energi, keselamatan kerja, hingga pemberdayaan masyarakat dapat dikemas melalui pendekatan edukatif dengan bahasa yang mudah dipahami.

Dalam proses tersebut, korporasi dapat memberikan informasi dan pengalaman berdasarkan bidang kegiatannya. Akademisi membantu memperkuat substansi melalui penelitian dan kajian ilmiah, sedangkan media memperluas jangkauan informasi agar dapat diakses oleh masyarakat.

Pendekatan ini menjadikan komunikasi tidak hanya sebagai aktivitas publikasi, melainkan juga sarana meningkatkan literasi dan kapasitas masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi lintas sektor dapat melahirkan kegiatan yang tidak hanya menghasilkan informasi, tetapi juga meningkatkan literasi, memperluas wawasan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, mengenai orientasi manfaat dari sebuah kolaborasi,” pesan Dony.

Informasi mengenai energi, misalnya, dapat dikembangkan menjadi materi edukasi tentang pemanfaatan energi, keselamatan, maupun kepedulian terhadap lingkungan. Demikian pula informasi mengenai kegiatan industri dapat menjadi bahan pembelajaran apabila disampaikan secara akurat, berimbang, dan sesuai kebutuhan publik.

Dengan pola kolaborasi tersebut, informasi yang berasal dari lingkungan korporasi berpotensi memberikan nilai lebih ketika dipertemukan dengan perspektif akademis dan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Presiden Resmikan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RS Ngoerah, Bali

Membangun Ekosistem Informasi yang Berkelanjutan

Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, kebutuhan terhadap komunikasi yang akurat dan bertanggung jawab semakin relevan.

Keterbukaan informasi, profesionalisme jurnalistik, pertukaran gagasan, serta penghargaan terhadap kontribusi akademis menjadi unsur penting dalam membangun ekosistem komunikasi yang sehat.

Dony Indrawan memandang hubungan korporasi dan media perlu terus dikembangkan dalam kerangka kemitraan jangka panjang. Kemitraan tersebut harus memberikan ruang bagi masing-masing pihak untuk menjalankan perannya secara profesional sekaligus membuka peluang kontribusi yang lebih luas.

“Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, kualitas komunikasi menjadi sangat penting. Informasi harus disampaikan secara akurat, mudah dipahami, dan memiliki substansi agar masyarakat memperoleh manfaat, bukan sekadar menerima banyaknya pemberitaan dengan rumusan pesan yang menegaskan pentingnya kualitas informasi,” Paparnya.

Korporasi tidak hanya hadir sebagai entitas bisnis, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai berita, dan akademisi tidak hanya menghasilkan kajian ilmiah. Ketiganya dapat saling mendukung dalam memperluas literasi, mengembangkan pengetahuan, serta mendorong kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Pada akhirnya, kualitas informasi tidak cukup diukur dari seberapa cepat dan luas informasi tersebar. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana informasi tersebut mampu memberikan pemahaman, menumbuhkan kesadaran, dan membantu masyarakat melihat persoalan secara lebih utuh.

Gagasan kolaborasi yang disampaikan Dony Indrawan menegaskan pentingnya membangun hubungan lintas sektor yang tidak berhenti pada komunikasi kelembagaan. Sinergi korporasi, media, akademisi, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan informasi yang lebih bermakna serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi publik.

News Feed