oleh

Arus Balik Lebaran 2026 Kian Padat, ASDP Jaga Penyeberangan Sumatera–Jawa Tetap Terkendali

Pergerakan arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa mulai mengalami peningkatan signifikan.

Di tengah tingginya mobilitas masyarakat setelah libur Idulfitri, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh layanan penyeberangan tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali.

Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran, secara akumulatif sejak 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), tercatat sebanyak 327.646 penumpang telah kembali ke Pulau Jawa.

Baca Juga  Jelang HBKN 2026, BULOG dan BAPANAS Gelar Gerakan Pangan Murah di 1.218 Titik Se-Indonesia

Jumlah tersebut setara dengan 36,4% dari total penumpang saat arus mudik (H-10 hingga H) yang mencapai 898.864 orang.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang telah kembali dari Sumatera ke Jawa mencapai 89.389 unit atau sekitar 37% dibandingkan total kendaraan saat arus mudik yang mencapai 239.920 unit.

Data ini mengindikasikan bahwa arus balik masih akan terus berlangsung dan diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga  Jadi Wakil Ketua MPR, Ibas Punya 28 Rumah Tapi Anehnya Gak Ada Yang Di Jakarta

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa perusahaan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan arus balik sekaligus mengoptimalkan seluruh aspek layanan.

“Seiring dengan mulai terbentuknya trafik arus balik, kami memastikan operasional penyeberangan tetap berjalan lancar, baik dari sisi kesiapan armada maupun pelayanan kepada pengguna jasa.

“Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar pergerakan penumpang dan kendaraan tetap terkendali,” ujarnya.

Baca Juga  Wapres Tinjau Lokasi Kebakaran Tambora, Fokus pada Pemulihan Warga dan Fasilitas

Dalam mengantisipasi lonjakan, ASDP telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Mulai dari pengoperasian kapal yang disesuaikan dengan tingkat kepadatan, kesiapan contingency plan melalui penyediaan tugboat serta teknisi yang siaga selama 24 jam, hingga penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) untuk mempercepat waktu layanan saat kondisi padat.

News Feed