Purwokerto 23 Juli 2026– Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan seni musik band dan calung yang dilaksanakan secara rutin sebagai wadah pengembangan bakat, kreativitas, serta pembentukan karakter positif bagi warga binaan.
Kegiatan yang berlangsung di area pembinaan Lapas tersebut diikuti oleh sejumlah warga binaan yang memiliki minat di bidang seni musik. Dengan pendampingan petugas, mereka berlatih memainkan berbagai alat musik modern maupun alat musik tradisional khas Banyumas, yaitu calung. Selain meningkatkan kemampuan bermusik, kegiatan ini juga menanamkan nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan rasa percaya diri.
Pembinaan seni menjadi salah satu media yang efektif dalam membangun mental dan kepribadian warga binaan. Melalui musik, mereka diberikan ruang untuk mengekspresikan diri secara positif sekaligus mengasah kemampuan yang diharapkan dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa pembinaan seni merupakan bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembentukan manusia yang lebih baik.
“Kami percaya bahwa setiap warga binaan memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Melalui pembinaan band dan calung ini, kami tidak hanya mengasah keterampilan bermusik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka memiliki bekal positif untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Aliandra Harahap.
Lebih lanjut, Aliandra menambahkan bahwa pelestarian seni budaya lokal melalui pembinaan calung juga menjadi wujud nyata kepedulian Lapas terhadap budaya daerah, sekaligus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk turut melestarikan warisan budaya Banyumas. Hal ini sejalan dengan berbagai program pembinaan kepribadian dan kemandirian yang terus diperkuat di Lapas Purwokerto guna mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.
Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Purwokerto berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat setelah bebas nanti.
(Humas Lapas Purwokerto)











