oleh

Tingkatkan Kualitas Layanan, Petugas Lapas Cikarang Ikut Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan

CIKARANG — Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan perpustakaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Pengembangan SDM Perpustakaan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, pada Selasa, 27 Oktober 2026, bertempat di Gedung Depo Arsip Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat.

Keikutsertaan ini didasari surat undangan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi Nomor 000.4.14/701/ARPUS.5/2026 tanggal 20 Oktober 2026, dan merupakan bagian dari program Pengelolaan Perpustakaan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota, subkegiatan Pembinaan Perpustakaan Umum dan Khusus Tingkat Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2026.

Baca Juga  KI Komunal dan Desain Industri Instrumen Dorong Ekonomi Kreatif Daerah

Perwakilan Lapas Kelas IIA Cikarang yang mengikuti pelatihan terdiri dari Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat), staf Bimkemaswat, serta peserta magang pada bagian Bimkemaswat.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi pembuatan Nomor Panggil Pustaka (NPP) dan penentuan klasifikasi nomor panggil koleksi buku agar proses identifikasi, penataan, penyimpanan, dan penelusuran bahan pustaka dapat berjalan tertib dan efektif. Selain itu, peserta juga mempelajari pengembangan bahan bacaan digital melalui pembuatan buku bacaan digital, guna memperluas akses informasi serta memanfaatkan teknologi informasi dalam layanan perpustakaan.

Baca Juga  Lapas Kelas IIA Purwokerto Gelar Pelatihan Pembuatan Matras Serabut Kelapa bagi Warga Binaan

Pelatihan ini juga menekankan konsep perpustakaan berbasis inklusi sosial, yaitu perpustakaan yang tidak sekadar tempat membaca dan meminjam buku, melainkan menjadi pusat pembelajaran, pelatihan, pengembangan keterampilan, kreativitas, serta pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan penggunanya. Konsep ini dinilai sangat relevan dengan program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan, di mana perpustakaan diharapkan menjadi sarana edukasi dan pengembangan diri bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang, Urip Dharma Yoga, menyampaikan bahwa keikutsertaan jajarannya merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pembinaan. “Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh akan langsung diterapkan, mulai dari penataan koleksi, pengembangan buku digital, hingga penerapan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang berkelanjutan di lingkungan Lapas Cikarang,” ujarnya.

Baca Juga  Hangatnya Ramadan di Lapas Kelas I Semarang: Bapas Kelas II Magelang Hadiri Buka Bersama, Penyerahan 10.000 Mushaf Al-Qur’an dan Bakti Sosial untuk Keluarga Narapidana

Selanjutnya, pihaknya berencana melakukan evaluasi berkala terhadap pengelolaan perpustakaan serta terus meningkatkan kompetensi petugas melalui pelatihan dan koordinasi dengan instansi terkait, guna mewujudkan layanan perpustakaan yang modern, inklusif, dan bermanfaat optimal bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.

News Feed