oleh

Tim Kuasa Hukum Bharada E: Kami Mendapat Ancaman dan Tekanan Untuk Mencabut Berkas Perkara

JAKARTA – Tim kuasa hukum Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, yaitu Deolipa Yumara dan Muhammad Boerhanuddin mengaku mendapat ancaman dan tekanan dari seseorang untuk mencabut berkas perkara kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

“Ya biasa itu kan pengacara suka diancem orang. Kita juga waktu ke Bareskrim juga diancem-ancem. Perkara besar sama aja ada yang ancam,” kata Deolipa. Ia mengaku tidak takut terhadap ancaman tersebut karena berpegang teguh dalam peraturan perundang – undangan sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga  Dokter Poliklinik Lapas Cikarang Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Kepada WBP, Tahanan dan Anak

“Kami Deolipa Yumara dan Muhammad Boerhanuddin akan jalan terus menangani perkara, sampai perkara ini tuntas dan terang seterang-terangnya seperti terang matahari di dunia ini,” tuturnya.

Sementara itu, Deolipa tidak mau menyebutkan pihak – pihak yang mengancam dirinya serta Boerhanuddin tersebut. Ancaman yang diterima pihaknya tidak terlalu parah. Deolipa bakal meminta perlindungan ke Presiden Jokowi.

Baca Juga  Pertama di Indonesia, Kemenkumham Jabar Gandeng HIPMI Atasi Permasalahan Sampah Plastik di Jawa Barat

“Tidak (parah ancamannya), biasa aja. Saya tahu dong tahu (asal ancamannya), makanya kita perlindungan ke Pak Jokowi kalau ada apa-apa,” tuturnya.

Sebelumnya, Kabar mengejutkan datang dari kuasa hukum Bharada Richard Eliezer alias Bharada E yakni Andreas Nahot Silitonga. Tiba-tiba dia mengabarkan mengundurkan diri membela Bharada E lagi. Kemudian, Deolipa Yumara dan Muhammad Boerhanuddin ditunjuk oleh tim penyidik untuk mendampingi Bharada E sebagai tim kuasa hukum barunya. (Red).

Baca Juga  Keren Banget! Napi Lapas Narkotika Jakarta Mewarnai Kanvas dengan Seni Lukis

News Feed