Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menerima 295 pelajar SMA Negeri (SMAN) 55 Jakarta dalam Program “Istana untuk Anak Sekolah” di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kemensetneg untuk memperkenalkan fungsi, tugas, dan peran lembaga kepresidenan kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.
Penyelenggaraan kegiatan kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Momen ini menjadi sarana yang tepat untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menginspirasi generasi muda agar lebih mengenali simbol-simbol negara dan nilai-nilai kepemimpinan.
Selama kegiatan, para siswa diajak menyusuri area bersejarah, mulai dari Istana Merdeka, Istana Negara, hingga Kantor Presiden. Mereka menyimak penjelasan mengenai sejarah berdirinya bangunan, fungsi tiap area, serta berbagai agenda kenegaraan yang berlangsung di dalamnya.
Kunjungan ini terasa kian berkesan mengingat momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI makin dekat. Para pelajar dapat merasakan langsung atmosfer nilai sejarah dan semangat kepemimpinan bangsa di tempat yang nantinya menjadi pusat Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus mendatang.
Sebelum diajak berkeliling di sekitar lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemensetneg, Faisal Fahmi, menyampaikan sambutannya. Faisal menyampaikan bahwa program Istana untuk Anak Sekolah merupakan salah satu inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk memperkenalkan dunia pemerintahan kepada generasi muda.
“Beliau memiliki perhatian besar terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program yang telah dijalankan pemerintah,” ujar Faisal.
Faisal menjelaskan bahwa Kemensetneg bertugas memberikan dukungan teknis, administrasi, dan analisis kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan serta kenegaraan. Melalui kunjungan ini, para pelajar diharapkan tidak hanya melihat Istana sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga memahami peran pentingnya dalam perjalanan bangsa.
“Setiap sudut Istana Kepresidenan Jakarta menyimpan sejarah perjalanan bangsa. Jadikan kunjungan ini sebagai inspirasi untuk terus belajar dan bercita-cita menjadi pemimpin yang mengabdi kepada negara,” pesannya.
Sebelum memasuki kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, para pelajar mengikuti pembekalan mengenai sejarah kepresidenan dan tata tertib kunjungan yang disampaikan oleh Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Muda, Yulia Trisusanti. Melalui pemaparan dan kuis interaktif, para siswa diajak mengenal bangunan-bangunan di kawasan Istana, sejarah para Presiden RI, hingga fungsi berbagai ruangan kenegaraan yang biasa digunakan untuk sidang kabinet, penerimaan tamu negara, maupun konferensi pers.
Salah satu peserta, Zhafirah Zeta, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru dan berharga dari kunjungan ini.
“Selama ini kami hanya melihat ruangan-ruangan di Istana melalui televisi. Hari ini kami bisa melihatnya secara langsung dan belajar banyak hal baru. Pengalaman ini sangat berkesan dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya serta memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia,” ungkap Zhafirah.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Guru SMAN 55 Jakarta, Lina Mahanani. Menurutnya, program ini memberikan pengalaman belajar kontekstual yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas.
“Saya melihat anak-anak sangat antusias dan menikmati setiap rangkaian kegiatan. Mereka mendapatkan banyak informasi dan pembelajaran yang berharga. Saya yakin pengalaman ini akan terus mereka ingat dan ceritakan kepada keluarga maupun generasi berikutnya,” tutur Lina.
Ia menilai Program “Istana untuk Anak Sekolah” merupakan sarana edukasi yang sangat efektif untuk mendekatkan generasi muda dengan sejarah bangsa dan lembaga kepresidenan.
Melalui program berkelanjutan ini, Kemensetneg berupaya terus meningkatkan literasi kebangsaan dan pemahaman generasi muda terhadap sejarah bangsa, lembaga kepresidenan, serta tata kelola pemerintahan. Diharapkan, kegiatan ini mampu menginspirasi para pelajar untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia di masa depan. (FID/YLI-Humas Kemensetneg)











