PURWOKERTO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto terus melaksanakan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui berbagai kegiatan kerja yang produktif. Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pagi pukul 08.00–10.30 WIB dan siang pukul 13.00–14.30 WIB, dengan melibatkan sebanyak 91 warga binaan yang tersebar pada berbagai bidang keterampilan.
Beragam kegiatan pembinaan kemandirian yang dilaksanakan meliputi pangkas rambut, laundry, jahit pakaian, pertukangan las dan kayu, pembuatan sapu glagah, sapu lidi dan sapu lakop, handycraft celengan karakter dan miniatur kapal, pengolahan sampah dan budidaya maggot, pertanian sayur mayur, batik, hingga produksi cocosheet. Selain itu, kegiatan pelayanan jasa seperti laundry dan barbershop juga tetap berjalan, disertai pemeliharaan ikan lele, gurame, mujair, bawal serta pemberian pakan maggot.
Dari kegiatan produksi yang dilaksanakan, pada hari ini berhasil dihasilkan 100 sapu lakop, 5 lembar matras serabut kelapa, 7 sapu glagah, dan 100 sapu lidi. Kegiatan juga mencakup pengolahan sampah dari blok, penggilingan sampah, perakitan dan pewarnaan celengan karakter, penganyaman bahan baku glagah, hingga proses pengikatan dan finishing produk sapu. Seluruh kegiatan berlangsung dengan aman dan tertib, termasuk dalam pelaksanaan peminjaman sarana kerja.
Kalapas Kelas IIA Purwokerto, Winarso, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam memberikan keterampilan dan pengalaman kerja kepada warga binaan. “Kami terus mendorong agar kegiatan kerja di Lapas tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan, membangun kemandirian, serta mempersiapkan diri agar memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Winarso.











