oleh

Pelestarian Sungai Jadi Agenda Bersama di Konferensi Nasional 2026

POLTEN.CO.ID

Menyambut Hari Sungai Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggelar Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026 pada 25-27 Juli di Wana Wisata Sumber Gempong, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Forum bertema “Merawat Sungai, Memulihkan Kehidupan” ini menjadi upaya memperkuat langkah bersama pelestarian sungai. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta dari 15 provinsi, 53 kabupaten/kota, serta perwakilan dari 33 daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia.

ReferensiGeografis

Selama tiga hari pelaksanaan, konferensi menjadi ruang bertukar gagasan, berbagi praktik baik, serta memperkuat jejaring kolaborasi dalam menghadirkan solusi nyata pemulihan sungai Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menyampaikan apresiasi atas peran komunitas sungai yang selama ini menjadi penggerak utama dalam menjaga dan memulihkan sungai di berbagai daerah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat penting dalam upaya pelestarian dan pemulihan sungai di Indonesia.

Baca Juga  Kakanwil Kemenkumham Malut, Andi Taletting Langi Dorong Peningkatan Pelayanan dan Inovasi di Kanim Kelas II Non TPI Tobelo

ReferensiGeografis

“Semua peradaban, termasuk di Indonesia itu pasti jejaknya ada di sungai. Saudara-saudara melakukan itu di tempat ini, di tempatnya masing-masing, dan siap membuka diri untuk berkolaborasi dengan siapa pun, utamanya dengan pemerintah, dengan akademisi, pengusaha, korporasi, dan sebagainya,” kata Jumhur.

Upaya menjaga sungai ini dinilai semakin penting di tengah tantangan penurunan kualitas air. Berdasarkan hasil pemantauan kualitas air nasional pada 2025 pada 6.245 lokasi yang mencakup 1.926 sungai dan 109 danau atau situ, sebanyak 234 badan air memenuhi baku mutu, sementara 1.801 bada air mengalami pencemaran.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya tantangan pemulihan kualitas sungai dengan parameter dominan pencemar meliputi Biological Oxygen Demand (BOD), Total Coliform, Fecal Coliform, dan klorin yang berasal dari berbagai aktivitas domestik, peternakan, hingga industri.

Baca Juga  Kecamatan Bekasi Selatan Bersama Satpol PP Tertibkan Pedagang Kaki Lima Yang Menyalahi Aturan

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mendorong keterlibatan lintas pihak untuk melestarikan sungai. Berbagai program seperti Susur Sungai dan Patroli Air terus dilakukan untuk membangun kepedulian masyarakat.

“Kami sering melakukan Susur Sungai bersama-sama, tetapi itu belum cukup. Maka sekali lagi kami mengucapkan terima kasih para penggiat, pecinta lingkungan, dan juga kami meng-SK-kan khusus untuk Patroli Air. Tentu ini merupakan wujud dari kerja sama kita, di samping tidak terlepas dari dunia usaha, akademisi, media, sama-sama kita concern untuk bagaimana menyelamatkan kemudian melestarikan sungai kita,” ujar Adhy.

Selain menjadi ruang dialog dan penguatan jejaring, Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026 juga menghasilkan sejumlah komitmen bersama melalui pembacaan Deklarasi Komunitas Sungai, kegiatan penanaman pohon, dialog interaktif, serta penandatanganan Nota Kesepahaman antara KLH/BPLH dan Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI).

Baca Juga  Kejuaraan Liga Karate Inkai Banten ke -IV tahun 2022

ReferensiGeografis

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan sungai, serta mendukung pemanfaatan sungai secara berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan wisata air dan olahraga arung jeram dengan tetap mengutamakan fungsi ekologis sungai.

Harapan agar hasil konferensi dapat diwujudkan jadi aksi nyata turut disampaikan Rahmalinda, anggota Komunitas Konservasi Air dari Aceh.

“Mudah-mudahan konferensi ini jangan hanya sekadar seremonial, jadi mudah-mudahan ini menjadi catatan bagi pihak kementerian ataupun juga bagi kami komunitas. Setidaknya kita punya wacana untuk tahun depan, jangan cukup sampai di sini saja,” kata Rahmalinda.

Melalui Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026, KLH/BPLH mengoptimalkan upaya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan. Kolaborasi multipihak diyakini sebagai fondasi penting untuk menghadirkan ekosistem sungai yang lestari, dan mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat.(***)

News Feed