oleh

Panitia Khusus Parlemen OKI Cegah Undang-Undang Diskriminatif Terhadap Minoritas

Jakarta – Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mohamad Sohibul Iman, menyoroti pentingnya perlindungan terhadap komunitas Muslim minoritas di berbagai negara. Dalam keterangannya usai mengikuti komite khusus pada Sidang ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC), Sohibul mengusulkan pembentukan panitia khusus PUIC untuk memantau peraturan perundang-undangan yang berpotensi diskriminatif terhadap Muslim minoritas.

Baca Juga  Bareskrim Polri Keberatan Atas Diberhentikannya Penyelidikan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sohibul menjelaskan bahwa diskriminasi terhadap Muslim minoritas di sejumlah negara — termasuk Rohingya di Myanmar, komunitas Muslim di Filipina, Nigeria, dan beberapa wilayah di Eropa — perlu dimitigasi secara sistematis.

“Diskriminasi terhadap kelompok minoritas terjadi dalam dua bentuk: diskriminasi kultural yang berasal dari masyarakat, dan diskriminasi struktural yang muncul dari regulasi dan perundangan negara,” jelasnya kepada Parlementaria di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Baca Juga  Kebijakan WFA Diterapkan, Jumlah Penumpang Kereta Api, Bus, dan Kapal Penyeberangan Naik pada H-8 Lebaran

Ia menekankan bahwa jika diskriminasi struktural tidak dicegah sejak awal, akan jauh lebih sulit untuk mengubahnya setelah menjadi undang-undang yang sah. Karena itu, ia mengusulkan agar PUIC membentuk satu badan atau panitia khusus yang fokus pada pemantauan perkembangan regulasi di negara-negara tempat Muslim menjadi minoritas.

“Kita perlu mencegah terbentuknya undang-undang yang diskriminatif. Mencegah jauh lebih memungkinkan daripada mengubah jika sudah terjadi,” ujarnya.

Baca Juga  Kemenkes Kick-Off Imunisasi MR bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan

Sohibul juga berharap bahwa ke depan, negara-negara di mana Muslim merupakan kelompok minoritas dapat memiliki pemerintahan yang lebih inklusif dan bersahabat, sehingga komunitas Muslim bisa hidup dengan aman dan damai tanpa tekanan struktural maupun sosial.

News Feed