oleh

Obat RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Dipastikan Aman dan Cukup

RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang memastikan pasokan obat-obatan untuk IGD dan poli darurat dalam kondisi aman dan mencukupi. Sebagian besar stok lama rusak akibat terendam lumpur, namun bantuan cepat dari berbagai lembaga membuat layanan tetap berjalan.

Pelaksana pelayanan dari RS Kemenkes Adam Malik, dr. Ade Rachmat Yudiyanto, SpA(K), menyampaikan kurang dari 10 persen obat lama dapat diselamatkan karena risiko kontaminasi.

Baca Juga  Jaksa Agung Melantik 17 Kajati Dan 20 Pejabat Eselon II Kejagung: “Jabatan Harus Dimaknai Sebagai Amanah”

“Daripada berisiko, lebih baik dibuang. Kita pakai yang benar-benar aman,” ujarnya.

Kebutuhan obat dipenuhi melalui dukungan RS Kemenkes Adam Malik serta tim dari UI dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI). Bantuan mencakup obat infeksi, analgesik, obat kulit, hingga perbekalan medis dasar yang dibutuhkan untuk layanan pascabanjir. Seluruh stok langsung didistribusikan ke IGD dan poli prioritas.

Baca Juga  Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang Ikuti Workshop dan Launching Buku Proyeksi Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial di Indonesia

Menurut dr. Ade, aliran bantuan datang cepat karena banyak pihak memahami kondisi RSUD Aceh Tamiang yang kehilangan hampir seluruh fasilitas farmasi. Tim farmasi rumah sakit juga langsung menginventarisasi ulang obat yang masuk.

“Dengan pasokan yang tersedia, pelayanan IGD, perawatan inap darurat, dan poli dapat berjalan tanpa gangguan. Tidak ada kasus yang tertunda karena kekurangan obat selama hari pertama,” tuturnya.

Baca Juga  Kemenkum Malut Hadiri Peluncuran dan Dialog Pembentukan Koperasi Desa Merah putih

Ia menambahkan, ketersediaan obat saat ini bahkan lebih dari cukup, meski pengelolaan tetap dilakukan ketat karena situasi darurat masih berlangsung. Ruang penyimpanan obat sementara juga telah ditata agar distribusi lebih cepat dan aman dari sisa lumpur.

News Feed