oleh

Narapidana Lapas Cikarang Produksi 1.500 Tahu dan 120 Tempe Setiap Hari

Cikarang — Lapas Cikarang terus berinovasi dalam program pembinaan narapidana. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah memberdayakan narapidana melalui kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang produksi tempe dan tahu.

Produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan kepada masyarakat sekitar, tetapi juga dikirimkan langsung ke Dapur Harmoni Lapas Cikarang sebagai bagian dari menu makan sehari-hari warga binaan.

Sebanyak delapan narapidana terlibat aktif dalam kegiatan ini. Sebelum terjun langsung ke proses produksi, mereka terlebih dahulu mengikuti pelatihan keterampilan yang difasilitasi oleh Lapas Cikarang. Pelatihan tersebut mencakup teknik pengolahan kedelai menjadi tempe dan tahu secara terstruktur dan terbimbing, sehingga hasil produksi pun terjaga kualitasnya. Keterampilan ini diharapkan menjadi modal nyata bagi mereka untuk memulai usaha secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Baca Juga  Danramil 0602-16/Ciruas Kerahkan Babinsa Bantu Warga Terdampak Banjir Di Perumahan BCP 2

Kapasitas produksi program ini terbilang cukup besar. Setiap harinya, kedelapan narapidana tersebut mampu menghasilkan 1.500 potong tahu dan 120 papan tempe. Sebagian produk tersebut dipasok langsung ke Dapur Lapas Cikarang guna memenuhi kebutuhan gizi warga binaan, sementara sisanya diserap oleh pasar lokal di sekitar lapas. Pola distribusi ini menjadikan program tersebut tidak sekadar pelatihan, tetapi juga kegiatan ekonomi yang berjalan nyata, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ganda.

Baca Juga  Polda Banten Gelar FGD Bahas Pemberantasan Aksi Premanisme Bersama Forkopimda dan Tokoh Masyarakat

Kepala Lapas Cikarang, Urip Dharma Yoga, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan pengisi waktu, melainkan bagian dari strategi pembinaan yang terencana. “Program ini dirancang agar narapidana memiliki kemampuan berwirausaha sehingga dapat mandiri saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, program ini juga mencerminkan semangat sistem pemasyarakatan dimana Narapidana tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga disiapkan untuk menjadi individu yang produktif dan berkontribusi positif bagi masyarakat usai bebas. “pungkas Urip. (humas/yas)

Baca Juga  Antisipasi Tahun Baru, Rutan Bangil Ikuti Zoom Penguatan Kadiv Pemasyarakatan Jatim untuk Tingkatkan Kewaspadaan

News Feed