oleh

Menemukan Diri, Menata Masa Depan: Lapas Perempuan Tangerang Gelar Wisuda 29 Warga Binana Program Aku Bangkit, Aku Berdaya”

Tangerang, 24 Juli 2026 – Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang menggelar prosesi wisuda bagi 29 warga binaan yang telah menyelesaikan Program Pembangunan Kesadaran Diri dan Kesehatan Mental yang diselenggarakan bekerja sama dengan Wendy Mikael Academy. Setelah mengikuti rangkaian pembinaan selama kurang lebih tiga bulan, para peserta secara resmi menuntaskan program yang mengusung tema “Aku Bangkit, Aku Berdaya”.

Suasana khidmat sekaligus penuh semangat terasa sejak awal kegiatan yang dibuka dengan penampilan Rampak Bedug dan Solid Ethnic Band oleh warga binaan. Penampilan tersebut menjadi simbol semangat kebersamaan sekaligus menggambarkan hasil pembinaan bakat dan kreativitas yang terus dikembangkan di dalam Lapas.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti program dengan penuh komitmen. Beliau menegaskan bahwa penyelesaian program ini bukan sekadar akhir dari sebuah kegiatan, melainkan awal lahirnya semangat, cara pandang, dan harapan baru bagi setiap peserta.

Menurutnya, pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berfokus pada pemberian keterampilan, tetapi juga membangun karakter, kesadaran diri, dan kesehatan mental. Perubahan yang sesungguhnya, kata beliau, selalu dimulai dari dalam diri, ketika seseorang mampu mengenali dirinya, menerima masa lalunya, serta memiliki keyakinan untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca Juga  Kegiatan Non Fisik TMMD 121 Kodim 0601/Pandeglang, Gelar Baksos Donor Darah

Beliau juga menekankan bahwa tema “Aku Bangkit, Aku Berdaya” memiliki makna mendalam. Bangkit berarti berani keluar dari keterpurukan dan menjadikan pengalaman hidup sebagai pelajaran, sedangkan berdaya berarti mampu melihat potensi diri, percaya pada kemampuan yang dimiliki, serta siap menjalani kehidupan dengan sikap yang positif dan bertanggung jawab.

Kepala Lapas berharap seluruh peserta dapat mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti program, baik selama menjalani masa pidana maupun ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat. Beliau turut menyampaikan apresiasi kepada Wendy Mikael Academy atas kolaborasi yang telah terjalin dalam mendukung pembinaan warga binaan, serta berharap program ini dapat terus berlanjut melalui pelaksanaan batch ketiga agar semakin banyak warga binaan yang memperoleh manfaat serupa.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Jamkrindo yang memberikan apresiasi atas semangat para peserta dalam mengikuti proses pembinaan. Melalui kesempatan tersebut, Jamkrindo memberikan motivasi kepada seluruh warga binaan agar terus menjaga optimisme, menjadikan pengalaman hidup sebagai pembelajaran, serta tidak pernah berhenti mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik.

Memasuki sesi berikutnya, suasana berubah menjadi hangat dan penuh haru melalui penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh ke-29 peserta program. Penampilan tersebut menjadi ungkapan perjalanan batin para peserta selama mengikuti proses pembangunan kesadaran diri dan kesehatan mental.

Baca Juga  Bentuk Kepedulian Satgas TNI Laksanakan Karya Bakti Di Pasar Moenamani Kampung Ikebo Distrik Kamuu

Momen paling menyentuh hadir saat tiga orang peserta menyampaikan pesan dan kesan mereka. Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa sebelum mengikuti program dirinya merasa hampa dan kehilangan arah. Namun, sejak pertama kali mengikuti kegiatan Wendy Mikael Academy, ia merasa menemukan keluarga baru. Pertemuan setiap pekan bersama para pendamping menjadi momen yang sangat berarti, bahkan terasa seperti menerima kunjungan keluarga.

Peserta lainnya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh master dan pembimbing yang telah mendampingi proses pembelajaran selama tiga bulan. Ia berharap program ini dapat terus dilaksanakan sehingga lebih banyak warga binaan memperoleh kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri.

Sementara itu, peserta lainnya mengaku sebelumnya selalu menutup diri karena merasa dijauhi keluarganya akibat kesalahan yang pernah dilakukan. Setelah mengikuti program ini, ia mulai menemukan kedamaian, mampu menerima masa lalunya dengan hati yang lebih lapang, kembali membangun hubungan dengan teman-temannya, serta memilih untuk terus melangkah maju tanpa terus-menerus menyalahkan dirinya sendiri.

Penguatan turut diberikan oleh akademisi Universitas Paramadina, Dr. Euis Nurhidayati, S.Pd., M.Si., yang menyampaikan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Beliau mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawati dan berharap bekal psikologis yang telah diperoleh menjadi kekuatan dalam menghadapi masa depan. Menurutnya, yang paling utama adalah setiap individu memiliki tujuan hidup dan mampu menemukan makna hidupnya.

Baca Juga  Kepala Kejati Banten Mengikuti Sholat Idul Adha 1446 H Dan Penyembelihan Hewan Qurban Bersama Gubernur Banten

Selanjutnya, Wendy Mikael selaku master yang mendampingi seluruh peserta selama tiga bulan menyampaikan pesan mengenai pentingnya proses mengenali diri sebagai langkah awal menuju perubahan. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga kesadaran diri yang telah dibangun selama program berlangsung sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih bermakna.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan wisuda sebagai simbol keberhasilan peserta menyelesaikan seluruh rangkaian program. Momen tersebut menjadi penanda lahirnya komitmen baru untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Sebagai penutup, disampaikan sebuah refleksi yang menjadi inti perjalanan selama program berlangsung, “Hidup adalah perjalanan menuju kesadaran. Kalau kamu paham dari mana kamu berasal, kamu akan menemukan ketenangan, dan ketenangan adalah jalan pulang kepada Sang Pencipta.”

Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya mengembangkan keterampilan, tetapi juga membangun kesehatan mental dan karakter warga binaan. Diharapkan, semangat “Aku Bangkit, Aku Berdaya” akan terus hidup dalam diri setiap peserta sebagai bekal menyongsong masa depan yang lebih baik.

News Feed