Purwokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto terus mengoptimalkan pemanfaatan greenhouse hidroponik melalui kegiatan budidaya tanaman selada. Kali ini, kegiatan difokuskan pada proses pindah tanam bibit selada yang telah memasuki usia 13 hari setelah semai (HSS). Sebanyak 135 netpot bibit selada dipindahkan ke instalasi hidroponik sebagai bagian dari tahapan budidaya untuk mendukung pertumbuhan tanaman hingga masa panen(27/10).
Proses pindah tanam diawali dengan mempersiapkan instalasi hidroponik dan memastikan aliran air dalam kondisi bersih. Selanjutnya, bibit selada yang telah siap dipindahkan disiapkan untuk ditempatkan ke dalam netpot. Setelah seluruh bibit tertata, dilakukan pemberian air nutrisi yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Tahapan kemudian dilanjutkan dengan meletakkan netpot ke dalam instalasi hidroponik di greenhouse.
Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Winarso, menyampaikan bahwa budidaya hidroponik merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mengembangkan kegiatan produktif di lingkungan lapas. “Kami terus berupaya mengoptimalkan potensi yang ada melalui kegiatan budidaya yang dikelola secara berkelanjutan. Dengan memperhatikan setiap tahapan, mulai dari penyemaian, pindah tanam, hingga perawatan, diharapkan tanaman dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang bermanfaat,” ujar Winarso.
Setelah proses pindah tanam selesai, sebanyak 135 netpot selada memasuki tahap perawatan lanjutan. Pemantauan dilakukan terhadap kondisi tanaman, kebersihan aliran air, serta ketersediaan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan selada. Perawatan yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam budidaya hidroponik agar tanaman dapat berkembang secara optimal hingga siap dipanen.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Purwokerto terus mendorong pengembangan budidaya hidroponik sebagai bentuk pemanfaatan sarana yang tersedia secara produktif. Pengelolaan greenhouse secara berkelanjutan diharapkan dapat menghasilkan tanaman sayuran yang berkualitas sekaligus mendukung pengembangan kegiatan pertanian yang memiliki nilai ekonomi.











