oleh

Lapas Purwokerto Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Budidaya Madu Lebah Klanceng Bersama Tim Dosen Unsoed

Purwokerto – Lapas Kelas IIA Purwokerto melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Budidaya Madu Lebah Klanceng bersama Tim Dosen Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Selasa (3/2/2026), bertempat di Lapas Kelas IIA Purwokerto. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian melalui program budidaya lebah klanceng bagi warga binaan.

Sebelum kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan, Tim Dosen Fakultas Biologi Unsoed yang diketuai oleh Prof. Dr. rer. nat. Imam Widhiono, M.Z., M.S. diterima secara langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto di Gazebo Ismono. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung lokasi budidaya lebah klanceng yang dikelola oleh Petugas Seksi Kegiatan Kerja bersama warga binaan peserta pelatihan.

Baca Juga  Satlantas Polres Serang Gelar PECAK Pagi Hari, Wujudkan Lalu Lintas Tertib dan Lancar

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, Tim Dosen Fakultas Biologi Unsoed menyampaikan bahwa perkembangan budidaya lebah klanceng di Lapas Kelas IIA Purwokerto berjalan dengan baik. Hal tersebut ditandai dengan mulai terbentuknya kantong-kantong madu di dalam sarang lebah, meskipun belum terbentuk secara sempurna. Untuk mengoptimalkan hasil budidaya, tim merekomendasikan penambahan tanaman bunga sebagai sumber pakan lebah klanceng, serta menyerahkan bantuan berupa tanaman Dombeya natalensis.

Baca Juga  Kemenkum Malut Jalin Kerja Sama Dorong Pelindungan KI Produk Akademik

Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang terus diberikan oleh Tim Dosen Fakultas Biologi Unsoed. “Kami berterima kasih atas dukungan dan pendampingan dari Fakultas Biologi Unsoed dalam pengembangan budidaya lebah klanceng di Lapas Purwokerto. Program ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi serta menjadi bekal keterampilan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas.

Baca Juga  Karutan Surakarta Raih Peringkat 3 dalam PKA XX dengan Program PRABU di LAN Makassar

(Humas Lapas Purwokerto)

News Feed