Purwokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pemuatan hasil daur ulang plastik yang diproduksi di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Purwokerto untuk dikirim ke Bekasi, Senin (20/07). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomis sekaligus memperluas pemasaran hasil karya warga binaan.
Proses pemuatan dilaksanakan oleh petugas Seksi Kegiatan Kerja bersama warga binaan pekerja dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, dan keselamatan kerja. Produk daur ulang plastik yang dikirim merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian di bidang pengelolaan dan daur ulang sampah yang secara konsisten dikembangkan sebagai sarana pemberian keterampilan dan pengalaman kerja bagi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan pengiriman hasil produksi ini menjadi bukti bahwa program pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu diterima oleh pasar. “Kami terus mendorong warga binaan untuk memiliki keterampilan yang produktif dan bernilai guna. Pengiriman hasil daur ulang plastik ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian mampu menghasilkan produk yang berkualitas sekaligus memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Aliandra.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Purwokerto berharap program pembinaan kemandirian dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan, baik bagi warga binaan maupun masyarakat. Selain meningkatkan kompetensi kerja warga binaan, program ini juga mendukung pengelolaan sampah yang ramah lingkungan serta sejalan dengan upaya mewujudkan Pemasyarakatan yang produktif, inovatif, dan berdampak positif bagi lingkungan.
(Humas Lapas Purwokerto)

