Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto menerima kunjungan Konsulat Jenderal Australia, CV Rajasa Mas, dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Kamis (6/8). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, beserta jajaran pejabat struktural sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mendukung program pembinaan warga binaan. Selain menjalin koordinasi, rombongan juga meninjau secara langsung berbagai program pembinaan yang telah berjalan di lingkungan Lapas.
Kegiatan diawali dengan peninjauan program ketahanan pangan di area Branggang Utara yang meliputi peternakan ayam petelur serta budidaya ikan nila dan ikan mujair. Dalam kesempatan tersebut, rombongan memperoleh penjelasan mengenai pengelolaan program yang melibatkan warga binaan sebagai sarana pembinaan keterampilan sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas. Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembinaan yang produktif dan berorientasi pada peningkatan kompetensi warga binaan.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi sejumlah unit pembinaan kemandirian, di antaranya produksi Sapu Glagah, Sapu Lakop, Batik, Handycraft Celengan, dan Matras (Cocosheet). Pada unit batik, dilakukan pembahasan mengenai peningkatan kualitas produk, keberlanjutan kerja sama dengan CV Rajasa Mas, serta peluang pengembangan pemasaran hingga pasar internasional. Kehadiran IWAPI sebagai mitra usaha dan Bapak Glen Askew sebagai kolega dari CV Rajasa Mas turut memberikan dukungan dalam melihat potensi hasil karya warga binaan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung keberhasilan program pembinaan. “Kami berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya membentuk karakter warga binaan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang bernilai ekonomi. Sinergi dengan dunia usaha dan berbagai mitra strategis diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk hasil karya warga binaan serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas, termasuk menembus pasar internasional,” ujar Aliandra Harahap.
(Humas Lapas Purwokerto)











