oleh

Indonesia Terlibat Langsung dalam Upaya Perdamaian Gaza melalui Board of Peace

Indonesia terlibat langsung dalam upaya perdamaian Gaza dengan ditandatanganinya piagam Board of Peace Charter oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Davos, Swiss.

“Ini kesempatan bersejarah untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ujar Presiden Prabowo Subianto kepada awak media usai penandatanganan, Kamis (22/1/2026).

Penandatanganan piagam tersebut menandai dimulainya operasional Board of Peace sebagai badan internasional baru yang dibentuk untuk mengawal proses transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik. Keikutsertaan Indonesia menempatkan negara ini dalam struktur global yang menangani pemulihan wilayah konflik secara terkoordinasi.

Baca Juga  Di KTT ke-13 ASEAN-US, Presiden Trump Puji Kepemimpinan Presiden Prabowo Wujudkan Perdamaian di Timur Tengah

Board of Peace bertugas mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, stabilisasi keamanan, serta rekonstruksi infrastruktur dan tata kelola sipil Gaza pada masa transisi. Badan internasional ini diarahkan untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai hukum internasional dan resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sejalan dengan langkah tersebut, Kementerian Agama selama ini menjalankan penguatan nilai perdamaian melalui program kerukunan umat beragama, dialog lintas iman, serta diplomasi keagamaan di berbagai forum. Upaya ini diarahkan untuk menumbuhkan etika publik yang menolak kekerasan, melindungi warga sipil, dan mendorong penyelesaian konflik secara damai, termasuk dalam konteks Palestina.

Baca Juga  Iran Menangkap 700 Orang Yang Dituduh Punya Hubungan Dengan Israel Selama Konflik 12 Hari

Bagi Indonesia, keterlibatan dalam Board of Peace memiliki arti strategis untuk menjaga agar proses transisi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara dan tidak berkembang menjadi pengaturan permanen yang mengabaikan hak-hak rakyat Palestina. Partisipasi ini juga sejalan dengan dukungan Indonesia terhadap perlindungan warga sipil dan pembukaan akses kemanusiaan.

Melalui forum tersebut, Indonesia akan menyuarakan posisi terkait penghentian kekerasan, pemulihan tata kelola sipil Palestina, serta rekonstruksi pascakonflik yang berkeadilan. Kehadiran Indonesia diharapkan berkontribusi pada terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

Baca Juga  Dari Beijing, Presiden Prabowo Subianto Tiba di Washington DC

News Feed