Jakarta — Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyelenggarakan acara Dialog Kebangsaan. Kegiatan ini mengusung tema “Rakyat Sehat, Negara Kuat: Awal dari Kolaborasi Nyata Membangun Ketahanan Kesehatan Nasional”. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 11 September 2026, bertempat di Ballroom I Fairmont Hotel, Jalan Asia Afrika No. 8, Senayan, Jakarta.
Turut hadir pada dialog kebangsaan seperti Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D, Ketua Formas, Yohanes Handojo Budhi Sejati, S.H, Kepala RS. Rehabilitasi Medik Kemhan RI Brigjen. TNI. Dr. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS., praktisi herbal, dr. Prapti Utami, M.Si, Direktur Eksekutif Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Najmi Ismail, M.H.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Ketua Formas, Yohanes Handojo Budhi Sejati, S.H yang menyampaikan bahwa kesehatan masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang kuat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga praktisi herbal untuk mendorong pengembangan produk herbal unggulan Indonesia yang aman dan berkualitas. Ia juga menyampaikan Indonesia Emas dapat diperoleh apabila akses terhadap layanan dan produk kesehatan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.
Dalam sambutannya, Kepala BPOM, Taruna Ikrar menyampaikan kekuatan dan ketahanan nasional suatu negara sangat bergantung pada kesehatan rakyatnya. Indonesia memiliki sejarah pengobatan alami yang sangat panjang. Dari sekitar 40.000 spesies herbal di dunia, Indonesia memiliki lebih dari 30.000 sumber daya hayati herbal yang potensial. Hal tersebut merupakan potensi pasar yang bernilai sangat besar (diperkirakan mencapai 350 triliun rupiah per tahun). Namun, pemanfaatannya saat ini baru menyentuh sekitar 1,2 hingga 2 triliun rupiah. Ia juga menekankan sistem kesehatan nasional perlu bergeser dari pendekatan kuratif dan rehabilitatif menuju fokus pada upaya promotif dan preventif. Sehingga Badan POM berkomitmen penuh dan bertekad untuk mendampingi serta mendukung FORMAS beserta seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha dalam mengembangkan produk herbal yang aman dan berkualitas demi mewujudkan ketahanan nasional dan menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kegiatan dilanjut dengan dialog kebangsaan yang menghadirkan Kepala RS. Rehabilitasi Medik Kemhan RI Brigjen. TNI. Dr. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS dan praktisi herbal, dr. Prapti Utami, M.Si.
Kepala RS. Rehabilitasi Medik Kemhan RI Brigjen. TNI. Dr. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS menyampaikan
pentingnya kesehatan masyarakat sebagai fondasi ketahanan nasional. Tentara berasal dari rakyat, sehingga jika rakyatnya sehat dan kuat, maka negara pun akan kuat. Kementerian Pertahanan sangat peduli terhadap kesehatan pertahanan karena kekuatan suatu bangsa tidak hanya diukur dari alutsista, tetapi juga dari kesehatan manusianya. Tantangan ke depan adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat berkolaborasi dalam mengawal sistem kesehatan dari tingkat bawah hingga atas.
Paparan kedua oleh dr. Prapti Utami, M.Si yang merupakan praktisi herbal yang menyampaikan pengobatan herbal di Indonesia yang sudah mendarah daging sejak ribuan tahun lalu, jauh sebelum era modern. Obat kimiawi dan herbal memiliki fungsi yang saling melengkapi. Obat kimia bekerja pada sisi “sakit” untuk membunuh bakteri atau mengatasi darurat, sementara herbal bekerja pada sisi “sehat” untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi inflamasi, serta meregenerasi sel. Penggunaan herbal secara turun-temurun di keluarga terbukti efektif menjaga kesehatan masyarakat apabila diimbangi dengan literasi dan standardisasi yang baik.
Dialog kebangsaan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan ketahanan kesehatan nasional yang kokoh di Indonesia.











