oleh

FGD SMSI di Bali: Momentum Tarik Likuiditas Global untuk Proyek Strategis Nasional

JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis untuk mengembalikan stabilitas ekonomi dan mendorong percepatan pembangunan nasional melalui dukungan terhadap Project Financing & Investment Indonesia (PFII). Langkah ini dinilai krusial di tengah upaya Indonesia mengoptimalkan potensi likuiditas domestik dan global.

Ketua Umum SMSI, Firdaus, menegaskan bahwa media siber di bawah naungan SMSI siap mengawal dan mendukung penuh implementasi PFII demi menciptakan iklim ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.
“SMSI berkomitmen menjadi jembatan informasi dan memberikan dukungan penuh terhadap PFII. Ini adalah langkah strategis yang kita butuhkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta memastikan pembangunan infrastruktur dan sektor riil di Indonesia berjalan sesuai target,” ujar Firdaus dalam keterangannya.

Baca Juga  TNI AD Kirim Pasukan ke Nduga, Selamatkan Pilot Susi Air dan Kejar Pelaku

Dukungan strategis ini diperkuat oleh analisis pakar keuangan, Prof. Gema Goeryadi, yang mengungkapkan besarnya potensi kapital milik warga negara atau korporasi Indonesia yang saat ini masih berada di luar negeri. Menurutnya, instrumen yang tepat berpotensi memulangkan dana tersebut dalam jumlah yang sangat masif.
“Potensi dana Indonesia di luar negeri yang dapat ditarik kembali ke dalam negeri diperkirakan mencapai kisaran IDR 8.000 sampai dengan IDR 10.000 triliun. Jika dana sebesar ini berhasil dimobilisasi masuk ke pasar domestik, dampaknya akan sangat signifikan bagi likuiditas dan pembiayaan pembangunan nasional,” ungkap Prof. Gema Goeryadi pada podcast di channel youtube.

Baca Juga  Di NTB, Muzani Bicara soal 'Serangan' ke Prabowo Gibran: Ingin Hambat Laju Kepercayaan Rakyat

Melihat potensi raksasa tersebut, hasil Focus Group Discussion (FGD) yang digelar SMSI di Bali pada 10 Juli 2026 menelurkan sejumlah rekomendasi taktis. Praktisi sekaligus akademisi sektor keuangan, Dr. Agus Syabarrudin, yang hadir sebagai pembicara, menilai bahwa dinamika ini harus segera direspons dengan kebijakan investasi yang progresif.
“Ini adalah momentum yang sangat bagus dan tepat. Penarikan potensi dana tersebut harus diarahkan untuk mendukung langsung program-program strategis pemerintah, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN) dan penguatan hilirisasi industri,” kata Dr. Agus Syabarrudin di sela-sela kegiatan FGD.

Baca Juga  Pemerintahan Baru Patut Wujudkan Harapan Besar Kaum Marginal

Dr. Agus menambahkan, dengan mengalirkan dana repatriasi tersebut ke sektor hilirisasi dan infrastruktur strategis, Indonesia tidak hanya akan mengalami pertumbuhan ekonomi secara kuantitatif, tetapi juga kemandirian industri yang bernilai tambah tinggi.

Melalui kolaborasi antara SMSI, para pakar ekonomi, dan pemangku kebijakan, implementasi program pendanaan ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mempercepat visi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru dunia.

News Feed