oleh

Dari Telur Hingga Siap Panen, Warga Binaan Lapas Purwokerto Tekuni Budidaya Maggot

PURWOKERTO – Tak sekadar mengelola sampah organik, warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto juga belajar memahami bagaimana sesuatu yang sederhana dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang produktif. Salah satunya melalui budidaya maggot yang dilakukan secara bertahap, mulai dari telur, maggot yang baru menetas, hingga maggot yang telah siap dipanen (1/10).

Proses budidaya tersebut membutuhkan ketelatenan di setiap tahapnya. Warga binaan secara rutin melakukan perawatan dan pemantauan terhadap media budidaya untuk memastikan maggot dapat berkembang dengan baik. Salah satu tahapan yang dilakukan adalah proses pemilahan atau penyaringan, untuk memisahkan maggot sesuai dengan tahap perkembangannya.

Baca Juga  Ibu Wakil Presiden RI Kunjungi dan Membeli Produk Laputara Store di Pameran Peringatan Hari Ibu ke-96

“Budidaya maggot ini menjadi salah satu kegiatan pembinaan yang memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan. Dari prosesnya, mereka belajar bagaimana merawat, mengelola, hingga menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan,” ujar Kalapas Kelas IIA Purwokerto, Winarso. Dalam prosesnya, terlihat tahapan perkembangan maggot yang dikelola warga binaan. Mulai dari telur maggot yang menjadi awal siklus budidaya, kemudian berkembang menjadi maggot yang telah menetas dan tumbuh, hingga mencapai ukuran yang siap untuk dipanen. Setiap tahapan tersebut ditangani dengan proses pemeliharaan yang dilakukan secara rutin.

Baca Juga  Kakanwil Dorong Urgensi Informasi Layanan Hukum

Pada tahap pemilahan, maggot disaring dan dipisahkan dari media budidayanya. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan maggot yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi pembelajaran praktis bagi warga binaan mengenai bagaimana sebuah proses budidaya membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan konsistensi.

Di dalamnya terdapat proses belajar untuk bekerja secara teratur, menjaga kebersihan, memahami siklus budidaya, hingga bertanggung jawab terhadap hasil yang dikelola. Keterampilan seperti inilah yang diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga selama menjalani masa pembinaan. Melalui budidaya maggot, Lapas Kelas IIA Purwokerto terus mengembangkan kegiatan pembinaan kemandirian yang berbasis pada keterampilan dan aktivitas produktif. Dari telur yang kecil, tumbuh menjadi maggot yang siap panen merupakan sebuah proses sederhana yang sekaligus menjadi ruang belajar bagi warga binaan untuk membangun keterampilan, ketekunan, dan kemandirian.

Baca Juga  Jangan Anggap Sepele! Bermain Petasan Bisa Berbahaya dan Melanggar Hukum

News Feed