Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terus perkuat pembinaan kemandirian melalui penguatan kolaborasi lintas instansi. Kali ini, Lapas Kelas I Tangerang terlibat aktif dalam fasilitasi penyediaan gerai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hasil karya Warga Binaan di Lounge Layanan Publik Kantor Imigrasi Khusus Tangerang, Senin (9/2).
Inisiatif ini menjadi implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, sekaligus tindak lanjut atas surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.01.01-27 tanggal 26 Januari 2026 tentang fasilitasi gerai produk UMKM WBP pada lounge Imigrasi, serta surat permohonan audiensi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten. Bagi Lapas Kelas I Tangerang, kehadiran gerai UMKM ini tidak sekadar sebagai ruang display produk, tetapi merupakan langkah strategis untuk menghubungkan hasil pembinaan dengan ruang publik secara langsung sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial yang terukur dan berkelanjutan.
Audiensi dilaksanakan bersama Kepala Kantor Imigrasi Khusus Tangerang dan dihadiri jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten serta perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Tangerang Raya. Dalam forum tersebut, Lapas Kelas I Tangerang diwakili oleh Kepala Seksi Pengelolaan Hasil Kerja yang memaparkan kesiapan Lapas dalam menyiapkan, mengkurasi, serta memasarkan produk unggulan hasil pembinaan Warga Binaan secara profesional
dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Ahmad Hardi, menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan pembinaan Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada kolaborasi lintas instansi dan optimalisasi potensi Warga Binaan.
“Gerai UMKM ini diharapkan menjadi wadah kolektif bagi seluruh UPT Pemasyarakatan di wilayah Tangerang Raya untuk menampilkan produk unggulan hasil pembinaan. Selain meningkatkan nilai jual produk, inisiatif ini juga menjadi sarana edukasi publik bahwa Pemasyarakatan hadir sebagai institusi pembinaan yang produktif, adaptif, dan kolaboratif,” ungkapnya.
Senada, Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menyampaikan bahwa fasilitasi gerai UMKM di lingkungan Kantor Imigrasi merupakan bagian dari strategi pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pemberdayaan dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat.
“Pembinaan kemandirian kami arahkan agar hasil produksi Warga Binaan tidak berhenti di dalam Lapas, tetapi mampu terhubung langsung dengan ruang publik dan kebutuhan nyata masyarakat. Kehadiran gerai ini menjadi sarana untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap kualitas produk hasil pembinaan,” terangnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke area lobi Kantor Imigrasi Khusus Tangerang yang diproyeksikan sebagai lokasi gerai UMKM. Area tersebut dirancang sebagai etalase kolektif yang akan menampilkan produk unggulan hasil pembinaan Warga Binaan dari berbagai UPT Pemasyarakatan se-Tangerang Raya, sehingga menjadi wadah promosi bersama yang terintegrasi. Kepala Seksi Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas I Tangerang, Aldri Maitaruna, menjelaskan bahwa tahap percontohan ini menjadi pijakan awal dalam membangun sistem pemasaran yang lebih profesional dan berkelanjutan.
“Display yang ada saat ini merupakan tahap awal sebagai contoh penataan produk. Melalui gerai ini, kami ingin membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk hasil pembinaan, sekaligus memberi ruang bagi lebih banyak produk unggulan dari UPT Pemasyarakatan se-Tangerang Raya untuk dipasarkan secara aktif,” jelasnya.
Pada tahap awal, produk yang ditampilkan masih berupa contoh display, yaitu keripik tempe, produk handicraft, serta dua produk turunan beton hasil pembinaan Warga Binaan. Ke depan, jenis dan jumlah produk akan terus dikembangkan seiring dengan kesiapan sarana dan prasarana, proses pemilihan dan penilaian produk, serta penyusunan mekanisme penjualan yang saat ini tengah dibahas dan disepakati secara bersama oleh seluruh pihak terkait.
Kegiatan ini dapat berjalan dengan optimal berkat dukungan penuh dari jajaran pimpinan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, baik di tingkat pusat maupun wilayah. Dukungan tersebut menjadi faktor kunci dalam mendorong terwujudnya kolaborasi lintas instansi, sehingga program fasilitasi gerai UMKM ini dapat terlaksana secara terarah, terukur, dan
berkelanjutan.
Melalui sinergi lintas instansi dan kolaborasi antar-UPT tersebut, Lapas Kelas I Tangerang semakin memantapkan pelaksanaan pembinaan kemandirian yang terstruktur, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Gerai UMKM di lingkungan Kantor Imigrasi tidak hanya menjadi sarana promosi produk, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan yang membekali Warga Binaan dengan pengalaman pemasaran, kepercayaan diri, serta kesiapan untuk kembali berperan produktif di tengah masyarakat.











