oleh

“Who Am I”, Warga Binaan Lapas Ciangir Diajak Mengenali Diri dan Bangun Karakter Positif

TANGERANG – Mengenali diri menjadi langkah awal dalam proses perubahan. Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Pendidikan Moralitas bertema “Who Am I” yang digelar di Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia tersebut berlangsung di Aula Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir dan diikuti oleh Kepala Lapas, jajaran pejabat struktural, seluruh staf, serta 45 warga binaan pemasyarakatan.

Baca Juga  Dharma Wanita Persatuan Rutan Surakarta Turun Kejalan Bagikan Takjil Gratis

Mengangkat tema “Who Am I”, peserta diajak untuk melihat kembali siapa dirinya, memahami karakter dan perilaku yang dimiliki, serta menyadari pentingnya melakukan introspeksi sebagai bagian dari proses perubahan.

Materi pendidikan moral yang disampaikan tidak hanya menekankan bagaimana seseorang memahami dirinya sendiri, tetapi juga bagaimana membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghormati dan menghargai sesama, mengendalikan ego, membangun pola pikir positif, serta menerima diri dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Baca Juga  TNI Berduka: Panglima TNI Hadiri Upacara Pelepasan Jenazah Prajurit Korban Ledakan Munisi

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta mengikuti materi dan refleksi yang diberikan dengan antusias. Bagi warga binaan, proses mengenali diri diharapkan dapat menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan hidup sekaligus membangun komitmen untuk memperbaiki sikap dan perilaku.

Melalui kegiatan ini, Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir terus mendorong pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan perubahan perilaku.

Baca Juga  Gelar Upacara HUT Korpri ke-54: Perkuat Netralitas ASN, Tingkatkan Kinerja, dan Lakukan Penandatanganan Peserta Pemagangan

Nilai-nilai moral yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan maupun ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan berlangsung dalam suasana tertib, aman, serta kondusif.

Mengenali diri bukan sekadar bertanya “siapa saya”, tetapi menjadi awal untuk menentukan “ingin menjadi siapa”.

News Feed