Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan dukungannya terhadap program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis dalam pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan Wapres saat menghadiri Musyawarah Pelayanan Mamre Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) di Retreat Centre GBKP, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sibolangit, Kamis (28/08/2025).
Dalam kesempatan itu, Wapres menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tidak hanya ruang belajar, program ini juga menyediakan asrama dan kebutuhan pokok sehari-hari untuk para siswa.
“Jadi untuk program pendidikan, Pak Presiden punya program Sekolah Rakyat, ada asramanya, anak-anaknya [diberi] makan tiga kali sehari di situ,” terangnya.
Wapres menambahkan, pemerintah akan terus meningkatkan fasilitas pendidikan dengan dukungan sarana pembelajaran modern agar kualitas belajar semakin baik.
“Nanti di bulan September, satu anak dilengkapi satu laptop untuk belajar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wapres menekankan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada perluasan akses pendidikan, tetapi juga pada pembentukan karakter. Melalui sistem berasrama, anak-anak diharapkan dapat belajar hidup mandiri sejak dini.
“Karena mereka tinggal di asrama, otomatis nanti lebih mandiri, tidak ketergantungan dengan orang tua. Nyuci sendiri, tidur sendiri, semuanya sendiri,” ujar Wapres.
“Jadi nanti kalau sudah lulus, Insya Allah anak-anak ini yang nanti gantian menolong orang tuanya,” tambahnya.
Menutup arahannya, Wapres meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah agar program ini berjalan sesuai target dan manfaatnya tepat sasaran.
“Jadi ini saya minta tolong, karena di sini ada dua Bupati, saya minta tolong agar program ini bisa dijalankan dengan baik, bisa tepat sasaran, dan anak-anak yang menerima manfaatnya benar-benar bisa, nanti bisa jadi orang sukses,” tandasnya.