oleh

Tim SSDN Lemhanas RI Nilai Program Pembangunan di Pandeglang Selaras dengan Asta Cita Presiden RI

Pandeglang – Tim Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Lemhanas RI menilai berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Pandeglang selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia (RI).

Penilaian tersebut disampaikan saat tim SSDN P4N Lemhanas RI melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi program unggulan di Kabupaten Pandeglang, di antaranya program tanam padi di Kecamatan Cimanuk serta budidaya ikan di kawasan wisata Bukit Sinyonya, Kecamatan Banjar, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga  Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang Dukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto

Peserta P4N Lemhanas RI, Kombespol Muhamad Ali Hadinur mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan studi strategis untuk melihat secara langsung implementasi program pembangunan di daerah.

Menurutnya, berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah menunjukkan adanya sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyampaikan bahwa program kerja Pemerintah Kabupaten Pandeglang di bawah kepemimpinan Dewi–Iing memang dirancang untuk mendukung visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden RI.

Baca Juga  Kabupaten Pandeglang Teken MoU Dengan Bank Banten Dalam Pengelolaan RKUD

Ia menjelaskan, terdapat delapan program unggulan yang menjadi prioritas pembangunan daerah, yaitu Petarung, Lembur Bagja, Ngalangkah, Ponpes Go, Kreativasi, Bakul, Gaspol, dan Didingkilik.

Di sisi lain, Kepala Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Wahyu yang juga mengelola budidaya ikan di kawasan wisata Bukit Sinyonya mengungkapkan bahwa produk ikan dari daerahnya kini telah menembus pasar internasional.

Baca Juga  Kemenkum Malut Koordinasi Persiapan Kedatangan Menkum di Moloku Kie Raha

Menurutnya, permintaan ikan Sinyonya saat ini datang dari berbagai negara seperti Jepang, Arab Saudi, Timor Leste, Malaysia, hingga Vietnam.

Ia berharap dukungan semua pihak atau penta helix baik dari pemerintah daerah dan pusat, swasta dan lembaga lainnya dapat terus memperkuat pengembangan budidaya ikan serta potensi wisata Bukit Sinyonya sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

News Feed