oleh

Teater sebagai Terapi, Lapas Cilegon Hadirkan Ruang Ekspresi dan Pemulihan Diri bagi Warga Binaan

CILEGON, INFO_PASS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang kreatif, humanis, dan bermakna bagi warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan seni teater yang dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Komunitas Progresif Indonesia.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang bagi warga binaan dalam mengekspresikan diri, mengenali potensi, serta membangun kepercayaan diri melalui seni peran. Lebih dari sekadar mempelajari teknik berakting, teater juga dimanfaatkan sebagai media refleksi diri yang dapat membantu warga binaan mengelola emosi, melatih komunikasi, menumbuhkan empati, dan membangun interaksi sosial yang positif.

Melalui proses latihan, penghayatan karakter, pengolahan emosi, hingga kerja sama dalam sebuah pertunjukan, warga binaan diajak untuk memahami beragam perspektif kehidupan. Seni teater memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar mengenali pengalaman masa lalu, memahami diri sendiri, serta menumbuhkan semangat untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga  Jaga Kesegaran Jasmani, Rutan Bangil Kanwil Kemenkumham Jatim Rutinkan Senam Untuk WBP Blok Mapenaling

Konsep teater sebagai terapi menjadi nilai penting dalam kegiatan ini. Panggung tidak hanya menjadi tempat untuk memainkan peran, tetapi juga ruang pembelajaran untuk menemukan makna, membangun keberanian, dan menyalurkan perasaan melalui cara yang positif dan konstruktif.

Kolaborasi dengan Komunitas Progresif Indonesia diharapkan dapat memperkaya proses pembinaan melalui pendekatan seni yang partisipatif dan kreatif. Sinergi ini juga menjadi wujud keterlibatan masyarakat dalam mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan agar kelak mampu kembali ke tengah masyarakat dengan bekal karakter, keterampilan, dan kepercayaan diri yang lebih baik.

Baca Juga  Gubernur Banten Andra Soni Terima Kunjungan Danrem 064/Maulana Yusuf

Kepala Lapas Cilegon, Wahyu Trah Utomo, menegaskan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran diri, menggali potensi, dan menumbuhkan harapan akan masa depan.

“*Teater mengajarkan kita bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memahami perannya, memperbaiki jalan ceritanya, dan menuliskan babak baru dalam kehidupannya. Masa lalu adalah bagian dari perjalanan, tetapi bukan satu-satunya penentu masa depan. Melalui pembinaan yang tepat, setiap insan memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik,*” ujar Wahyu Trah Utomo.

Baca Juga  Rutan Surakarta Meriahkan Fun Shooting Games Kodim 0735/SKA Sambut HUT TNI ke-80

Ia berharap kegiatan pembinaan seni teater dapat menjadi salah satu sarana positif bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat mental, serta menumbuhkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan saling menghargai.

Melalui kegiatan ini, Lapas Cilegon berkomitmen untuk terus mendorong pembinaan yang tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Sebab, di balik setiap proses pembinaan, terdapat harapan bahwa setiap warga binaan mampu menemukan makna perubahan dan mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.

Karena pada akhirnya, teater bukan sekadar tentang memainkan sebuah peran, melainkan tentang keberanian untuk mengenali diri, belajar dari perjalanan, dan memulai cerita baru.

News Feed