oleh

Rutan Surakarta Kemas Rehabilitasi Adiksi bagi WBP dengan Nuansa Budaya

Surakarta – Suasana berbeda tampak di Rutan Kelas I Surakarta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah pada pekan ini. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berjumlah 90 orang dengan penuh semangat mengikuti program penyuluhan rehabilitasi adiksi yang diselenggarakan oleh Yayasan Gendhog Nemu (GENNESA) dari Banyuwangi, Selasa (22/04). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan dan pembinaan bagi warga binaan, khususnya mereka yang pernah terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga  Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang Gelar BERBI KREATIF di SMKN 3 Tangerang: WBP Ajarkan Sulam Pita dan Bangun Pemahaman Positif

Dalam program yang dikemas dengan pendekatan kebudayaan ini, para peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari konseling individu dan kelompok, pelatihan keterampilan hidup (life skills), hingga pembinaan mental dan spiritual. Kegiatan berlangsung secara intensif dan mendapat sambutan positif dari warga binaan yang merasa terbantu dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati dari para pendamping yayasan.

“Kami sangat bersyukur dan merasa diperhatikan. Program ini membuka harapan baru bagi kami untuk bisa berubah dan memulai kehidupan yang lebih baik saat bebas nanti,” ujar salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga  Kemenkumham Malut Bakal Gelar SKB Kesamaptaan, Praktik Kerja, Wawancara dan Keterampilan, Simak Jadwal dan Lokasinya

Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan yang dalam hal ini diwakilkan Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Bayu Noviyanto menyampaikan apresiasi atas kolaborasi bersama Yayasan Gennesa yang telah berjalan beberapa waktu belakangan ini. Karutan Surakarta menyebutkan bahwa program ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan yang tidak hanya menekankan pada aspek pembinaan hukum, tetapi juga pemulihan mental dan sosial warga binaan.

Baca Juga  Hasil Seleksi CPNS Kemenkumham Malut Resmi Diumumkan, Peserta Bisa Lihat di Sini

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami berharap warga binaan bisa kembali ke masyarakat dengan bekal yang cukup dan semangat baru untuk menjalani hidup yang lebih positif,” ujar Bayu.

Program rehabilitasi adiksi berbasis kebudayaan sudah berjalan selama 3 bulan setiap bulannya dilaksanakan sekali pertemuan yang kemudian akan dievaluasi secara berkala guna memastikan efektivitasnya dalam proses pembinaan warga binaan.

News Feed