Purwokerto – Lapas Kelas IIA Purwokerto menerima kunjungan kerja sama dan studi tiru dari Rutan Kelas IIB Purbalingga pada Kamis (28/11) pukul 09.00 WIB. Kunjungan ini difokuskan pada pembahasan implementasi program rehabilitasi warga binaan serta program ketahanan pangan yang telah dijalankan Lapas Purwokerto.
Rombongan dari Rutan Purbalingga disambut oleh jajaran pejabat struktural Lapas Purwokerto. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan, di mana kedua pihak saling bertukar informasi mengenai strategi pembinaan, mekanisme pelaksanaan rehabilitasi berbasis komunitas, serta pengelolaan aktivitas produktif warga binaan.
Dalam pemaparan yang disampaikan jajaran Lapas Purwokerto, dijelaskan bahwa program rehabilitasi telah berjalan secara terstruktur dengan mengedepankan pendekatan terapeutik dan pemulihan perilaku. Selain itu, Lapas Purwokerto juga memaparkan keberhasilan program ketahanan pangan melalui budidaya pertanian, perikanan, dan pemanfaatan lahan produktif yang dikelola oleh warga binaan.
Rutan Purbalingga melakukan peninjauan langsung ke area kegiatan ketahanan pangan dan lokasi pelaksanaan rehabilitasi untuk melihat praktik implementasi sehari-hari. Kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran bagi pihak Rutan Purbalingga untuk memperkuat program serupa di satuannya.
Kalapas Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kerja sama seperti ini penting untuk memperkuat kualitas pembinaan pemasyarakatan.
“Kami menyambut baik studi tiru ini sebagai langkah memperkuat kolaborasi antar-unit pemasyarakatan. Program rehabilitasi dan ketahanan pangan bukan hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kunjungan ditutup dengan diskusi lanjutan mengenai peluang kerja sama ke depan. Melalui studi tiru ini, diharapkan sinergi antar-UPT pemasyarakatan semakin kuat dan mampu menghadirkan inovasi pembinaan yang lebih efektif, humanis, dan berkelanjutan.










