POLTEN.CO.ID-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar terus mendorong pemanfaatan lahan idle menjadi lahan produktif. Menyambut musim tanam, Lapas Banjar menyiapkan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) seluas 9.109,58 m² untuk dikembangkan sebagai area pertanian, dengan rencana penanaman jagung, umbi-umbian, serta berbagai tanaman produktif lainnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sebanyak lima orang WBP peserta program asimilasi terlibat langsung dalam pengolahan dan persiapan lahan dengan pendampingan jajaran Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) serta Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas IIB Banjar.
Pemanfaatan lahan idle ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan peningkatan keterampilan bagi WBP. Melalui kegiatan tersebut, WBP mendapatkan pengalaman dalam mengolah lahan, bercocok tanam, merawat tanaman hingga nantinya mengelola hasil pertanian secara produktif.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Lapas Banjar terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya melalui penguatan pembinaan kemandirian dan kontribusi dalam mendukung swasembada serta ketahanan pangan nasional.
Kalapas Kelas IIB Banjar, Tutut Prasetyo, mengatakan bahwa optimalisasi lahan SAE merupakan wujud komitmen Lapas Banjar untuk menghadirkan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan maupun lingkungan sekitar.
“Kami ingin lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat menjadi lahan yang produktif. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar, bekerja dan mengembangkan keterampilan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Tutut.
Menurutnya, pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, ketekunan dan kemampuan bekerja sama.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Binadik dan Giatja Lapas Kelas IIB Banjar, Rillo Restu Prambudi, menjelaskan bahwa saat ini jajaran bersama WBP tengah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut musim tanam.
“Lahan yang kami siapkan cukup luas, yaitu sekitar 9.109,58 meter persegi. Untuk tahap awal, kami merencanakan penanaman jagung, umbi-umbian dan tanaman produktif lainnya. Persiapan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan warga binaan asimilasi dan tetap dalam pendampingan petugas,” jelas Rillo.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan SAE tidak hanya berfokus pada tanaman pangan. Di area sekitar lahan juga telah dikembangkan berbagai tanaman buah-buahan, salah satunya pohon durian, sebagai bagian dari upaya membangun kawasan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
“Harapannya, kawasan ini tidak hanya produktif untuk jangka pendek, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi area pertanian yang memberikan hasil secara berkelanjutan. Karena itu, selain tanaman pangan, kami juga menanam tanaman buah-buahan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Bagi WBP peserta program asimilasi, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus mengisi waktu dengan aktivitas yang positif dan bermanfaat.
“Kami senang bisa diberi kesempatan mengikuti kegiatan ini. Kami bisa belajar mengolah lahan dan bercocok tanam. Semoga nantinya hasil dari kegiatan ini bisa bermanfaat dan kami juga bisa menerapkan keterampilan yang didapat setelah kembali ke masyarakat,” ungkap salah seorang WBP.
Persiapan lahan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembersihan area, pengolahan dan penataan tanah hingga persiapan lahan tanam. Selanjutnya, penanaman akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lahan dan musim tanam.
Melalui pemanfaatan lahan idle tersebut, Lapas Banjar berupaya menjadikan SAE bukan sekadar tempat pelaksanaan program asimilasi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, pemberdayaan dan produksi bagi warga binaan.
Program ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, baik dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian WBP maupun dalam mendukung ketersediaan pangan. Dengan sinergi jajaran Binadik dan Giatja bersama warga binaan, Lapas Kelas IIB Banjar berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mengambil bagian dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.(Red)










