Site icon www.polten.co.id

Ponpes Al Washilah Jakarta Kembangkan Digitalisasi, Padukan Dakwah dan Pendidikan Santri

JAKARTA — Pondok Pesantren Al Washilah Jakarta terus memperkuat program digitalisasi pesantren sebagai bagian dari transformasi pendidikan dan dakwah Islam di era modern. Berlokasi di Jl. Kp. Baru No. 20, langkah ini menjadi strategi menghadapi perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Program digitalisasi tersebut diwujudkan melalui pembangunan sistem berbasis website resmi alwashilah.ponpes.id yang difungsikan sebagai pusat informasi, komunikasi, sekaligus media dakwah digital. Selain itu, pesantren juga aktif memanfaatkan berbagai platform media sosial guna memperluas jangkauan dakwah yang lebih adaptif dan relevan dengan generasi saat ini.

Pengasuh pesantren, di antaranya Prof. Dr. KH. Ahmad Sanusi, Lc., M.A., KH. Abdul Wahab Dasuki Adnan, S.E., KH. Ahmad Zaini, S.T., KH. Muhammad Sahidi Rahman, M.A., serta Lukmanul Hakim, M.Sos., turut memberikan dukungan penuh terhadap penguatan program tersebut.

Kepala SMKS Al Washilah 1 Jakarta, Lukmanul Hakim, M.Sos., menegaskan bahwa integrasi pendidikan formal dengan pesantren menjadi kekuatan utama dalam mencetak santri yang siap bersaing.

“Kami menyiapkan santri tidak hanya kuat dalam agama, tetapi juga memiliki keterampilan vokasi. Di SMKS Al Washilah 1 Jakarta tersedia jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) sebagai bekal nyata menghadapi dunia kerja,” ujarnya.

Sementara itu, pembinaan santri putri dilakukan di bawah asuhan Hj. Siti Ati Rohayati bersama Ning Siti Suaebah Aslamiyah, yang berada di bawah binaan Hj. Siti Fuaedah, dengan fokus pada penguatan karakter, keilmuan, serta adab santri.

Ketika ditemui pada Selasa (21/4/2026), Pimpinan Ponpes Al Washilah Jakarta, KH. Moh. Hasyim Adnan, menjelaskan bahwa digitalisasi pesantren menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi santri yang adaptif di era modern.

“Digitalisasi pesantren ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga strategi dakwah dan pendidikan. Santri harus mampu menguasai ilmu agama sekaligus memiliki kemampuan digital yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ungkapnya.

Ia menambahkan, para santri tetap mendapatkan penguatan pendidikan agama melalui kajian kitab kuning serta pembinaan karakter melalui program unggulan muhadhoroh atau latihan pidato sebagai bekal kemampuan public speaking.

Di sisi lain, penguatan keterampilan digital juga dilakukan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dibimbing oleh instruktur profesional. Santri dilatih mengelola konten digital, memahami ekosistem media sosial, hingga memproduksi konten dakwah yang kreatif dan edukatif.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pondok Pesantren Al Washilah Jakarta menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang mampu mengintegrasikan ilmu agama dan teknologi, dalam rangka mencetak generasi santri unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Exit mobile version