oleh

Petugas Rel Kereta Api Tewas Tertabrak Commuter Line

Tangerang – Nasib nahas menimpa dua pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) bernama Pandi dan Nur Sai, tewas tertabrak Kereta Commuter Line di Kampung Cisauk Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang, Sabtu 5 Juni 2021.

Kanit Reskrim Polsek Cisauk Ipda Margana menjelaskan, peristiwa itu bermula saat kedua korban sedang bertugas melakukan perbaikan jalur kereta api.

“Dua korban pegawai KAI sedang melakukan perbaikan dan perawatan rel. Mereka bekerja sejak pukul 07.00 WIB,” ujarnya, Ahad 6 Juni 2021.

Baca Juga  Rutan Surakarta Siap Berkontribusi Aktif Dalam Menjaga Lingkungan Melalui Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan DLH Surakarta dan Bank Sampah Induk

Kedua korban tengah menyusuri jalur rel kereta api untuk dilakukan perbaikan. Namun tiba-tiba ada kereta melintas dari Tanah Abang menuju Rangkasbitung pukul 08.30 WIB.

“Korban tertabrak kereta. Diduga korban tidak mendengar ada suara kereta api yang hendak melintas, sehingga tidak berusaha menyelematkan diri,” ungkapnya.

Margana mengungkapkan, kedua korban asal warga Desa Daru, Kabupaten Tangerang ini jenazahnya sangat memprihatinkan setelah tertabrak kereta rel listrik tersebut.

Baca Juga  Semangat Literasi Menggema di Maluku Utara, Kanwil Kemenkum Malut Hadiri Festival GALATAMA II 2026

“Untuk jenazah sudah dievakuasi di RSUD Kabupaten Tangerang. Kita masih terus menyelidiki kasus ini,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat Udin 42 tahun mengatakan, dua korban itu tertabrak KRL hingga terpental dari rel.

Udin mengaku, warga sudah meneriaki korban untuk menjauh dari jalur KRL. Namun, korban tidak mendengar dan jarak KRL juga sudah dekat dengan korban.

Baca Juga  Ombudsman RI Jateng Lakukan Penilaian Maladministrasi di Rutan Surakarta, Tinjau Langsung Layanan dan Program Pembinaan

“Kereta sudah sempat klakson juga. Makanya warga teriak untuk minggir, tapi tidak kedengaran. Seketika kereta menabrak korban sampai terpental,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, Udin melanjutkan, warga setempat menghubungi kepolisian setempat dan menutupi jasad korban memakai kain.

“Warga kemudian langsung menutupi tubuh korban pakai kain. Polisi kemudian tidak lama datang ke lokasi dan langsung melakukan evakuasi,” pungkasnya. (*/cr3)

Sumber: satubanten.com

News Feed