oleh

Perkuat Sinergi Pendidikan Inklusif, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat

Samarinda — Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda pada Jumat, 20 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Guru Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 yang berlokasi di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Penandatanganan MoU diawali dengan sambutan Ketua IPPRISIA Kalimantan Timur, Marliana Wahyuningrum, yang menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen IPPRISIA dalam mendukung penguatan pendidikan inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Ia menuturkan bahwa bantuan dan program yang dijalankan melalui kerja sama ini tidak bersifat jangka pendek, melainkan dirancang berlangsung hingga enam bulan serta mencakup pendidikan formal dan nonformal. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi awal kebaikan yang diharapkan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan karakter di Sekolah Rakyat.

Baca Juga  Kebanggaan Anggota Satgas TMMD, Hasil Kerjanya Bisa Dinikmati Masyarakat

“Setelah MoU ini ditandatangani, kami berharap seluruh program yang telah disepakati dapat dijalankan bersama dengan semangat kolaborasi dan prinsip win-win,” ujarnya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda, Pahrijal, yang menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan IPPRISIA Kalimantan Timur serta menegaskan kesiapan pihak sekolah untuk menyukseskan seluruh program yang akan dilaksanakan.

Menurutnya, kerja sama ini sangat relevan dengan kebutuhan sekolah, terutama dalam penguatan kapasitas pendidik, pendampingan murid, serta pembentukan karakter dan kemandirian anak. Ia juga menekankan bahwa proses belajar dan perubahan membutuhkan komitmen, kesiapan mental, serta sinergi lintas pihak.

Baca Juga  Sekjen Gerindra: Membangun Bogor Tidak Mungkin Sendirian

Dalam kegiatan tersebut turut hadir pengurus IPPRISIA Kalimantan Timur, Kepala UPTD PPA Kota Samarinda Violeta, Kepala Bidang Perlindungan Anak DP2PA Kota Samarinda Sahidin, serta Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Samarinda Wita Royani. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat.

IPPRISIA Kalimantan Timur juga menghadirkan pendampingan oleh sejumlah trainer profesional, termasuk Master Trainer IPPRISIA Kalimantan Timur Endro S. Effendi, dengan fokus pada penguatan karakter, mental, dan kesadaran diri bagi guru maupun peserta didik melalui pendekatan yang humanis dan aplikatif.

Baca Juga  Rahayu Saraswati Kembali Jadi Ketua Umum, Jarnas Anti TPPO Hadapi Tantangan Baru ke Depan

Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri para pelaku UMKM dan pengusaha, antara lain Taufik S. Riyadi, Nuraidah, dan Mira Farenola, yang diharapkan dapat mendukung penguatan kewirausahaan dan kemandirian ekonomi sebagai bagian dari ekosistem pendidikan berkelanjutan.

Pelaksanaan kerja sama ini disepakati bersifat fleksibel dan menyesuaikan kalender akademik sekolah. Apabila terdapat masa libur, kegiatan akan dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada awal tahun ajaran baru, dengan tetap mengedepankan komunikasi dan koordinasi antar pihak.

Dengan ditandatanganinya MoU ini, IPPRISIA Kalimantan Timur dan Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda berharap dapat membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berdaya guna, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. (esf)

News Feed