Jakarta – Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW yang menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam rangka memperingati momen penuh makna tersebut, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang menggelar peringatan Malam Nuzulul Qur’an di Masjid Nurul Iman Rutan Cipinang yang diikuti oleh jajaran pegawai serta warga binaan, Jumat (06/03).
Kepala Sub Seksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan Tahanan (BHPT), Boyke Heru Franscoissa, mewakili Kepala Rutan Kelas I Cipinang, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan sambutan kepada para jamaah yang hadir. Ia menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum penting untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperkuat keimanan dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah dari luar, Ustad Mulhayadi, S.E., yang dikenal ngan sapaan Meong Oplet. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para jamaah untul memahami makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Ia juga mengingatkan pentingnya membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya untuk terus memperbaiki diri. “Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan agar menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.
Rangkaian peringatan Malam Nuzulul Qur’an berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Para jamaah yang terdiri dari pegawai dan warga binaan tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah agama, hingga doa bersama. Melalui peringatan ini, diharapkan nilai-nilai Al-Qur’an dapat semakin tertanam dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bagian dari proses pembinaan kepribadian bagi warga binaan di Rutan Kelas I Cipinang.











