oleh

Panen Raya Lele, Lapas Perempuan IIA Tangerang Dukung Ketahanan Pangan dan Aksi Kemanusiaan

Kota Tangerang — Lapas Perempuan IIA Tangerang melaksanakan Panen Raya hasil budi daya ikan lele sebagai bagian dari program Ketahanan Pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tidak berhenti pada produktivitas, tetapi juga diarahkan pada kepedulian sosial.

Panen raya yang dilaksanakan di area Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang tersebut menghasilkan ikan lele sebanyak 20 kilogram. Hasil panen ini merupakan buah dari proses pembinaan keterampilan budi daya perikanan yang dijalankan secara berkelanjutan oleh WBP dengan pendampingan petugas.

Baca Juga  Pemkab Haltim Dukung Peran Kekayaan Intelektual dan Koperasi Merah Putih Bangun Ekonomi Rakyat

Kegiatan panen raya ini turut dihadiri oleh pejabat struktural LPP Kelas IIA Tangerang, Plh Kepala Lapas, Kasi Giatja, KA KPLP, Kasi Adm Kamtib, dan pejabat struktural lainnya. Kehadiran jajaran struktural ini mencerminkan dukungan dan keterlibatan langsung pimpinan dalam pelaksanaan program pembinaan berbasis ketahanan pangan.

Program budi daya lele ini tidak dimaknai sebagai kegiatan simbolik semata. Hasil panen direncanakan untuk dijual kepada masyarakat, di mana seluruh hasil penjualan akan disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Sumatera. Kegiatan ini dirancang agar WBP tidak hanya belajar menghasilkan, tetapi juga memahami nilai tanggung jawab sosial dan empati terhadap sesama.

Baca Juga  Koperasi Lapas Palembang Laksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2023

Plh Kepala LPP Kelas IIA Tangerang, Panelista Swary Araya, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembinaan yang berorientasi pada karakter dan kepedulian sosial. Menurutnya, keterlibatan WBP dalam proses produksi hingga penyaluran hasil panen diharapkan dapat menanamkan nilai kerja produktif sekaligus rasa kemanusiaan.

Melalui Panen Raya ini, LPP Kelas IIA Tangerang menegaskan perannya sebagai unit pemasyarakatan yang tidak hanya fokus pada pembinaan internal, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat luas, dengan menjadikan hasil kerja WBP sebagai sarana solidaritas untuk membantu korban bencana banjir di Sumatera.

Baca Juga  Refleksi dan Muhasabah Diri di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang: Langkah Baru Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

News Feed