Purwokerto, 7 Oktober 2026– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto melaksanakan kegiatan panen tanaman caesim pada hari ini sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Lapas dalam memberikan keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Warga binaan terlibat secara langsung dalam proses pemanenan caesim yang sebelumnya telah melalui tahapan penanaman, perawatan, dan pemeliharaan. Selain menghasilkan komoditas pertanian, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto menyampaikan bahwa kegiatan pertanian merupakan salah satu bentuk pembinaan positif yang terus dikembangkan. **“Kami ingin pembinaan yang diberikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menghasilkan keterampilan nyata. Melalui kegiatan pertanian seperti panen caesim ini, warga binaan diharapkan memiliki bekal kemandirian dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat,”** ujar Kalapas.
Hasil panen caesim menjadi bukti nyata dari pelaksanaan pembinaan kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan di Lapas Kelas IIA Purwokerto. Warga binaan mendapatkan pengalaman dalam mengelola tanaman mulai dari proses penanaman hingga menghasilkan hasil pertanian yang siap dipanen.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Purwokerto berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif dan bermanfaat. Diharapkan keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi modal positif bagi warga binaan untuk hidup mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi secara positif setelah kembali ke masyarakat.
(Humas Lapas Purwokerto)











