oleh

Optimalkan Potensi Daerah, Pemkab Tangerang Gelar Pelatihan Pengelolaan Potensi Lokal Angkatan II Tahun 2026

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi membuka Pelatihan Pengelolaan Potensi Lokal Daerah Angkatan II Tahun 2026 di Gedung Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis potensi wilayah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Bupati Tangerang yang diwakili Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum (Asda III), Firzada Mahalli.

Dalam sambutannya, Firzada menegaskan pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran maupun pembangunan infrastruktur fisik semata, tetapi juga oleh kemampuan daerah dalam mengelola sumber daya lokal secara optimal.

“Pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kemampuan kita dalam mengenali, mengelola, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Setiap wilayah memiliki keunggulan dan kekhasan tersendiri. Apabila dikelola dengan baik dan tepat sasaran, ini akan menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Yulika Salah Satu Anak Asuh Dedi Mulyadi Kini Mulai Tinggal Di Gedung Lembur Pakuan Jabar Setelah Menjalani Program Pendidikan Barak Militer

Menurut dia, Kabupaten Tangerang memiliki potensi lokal yang melimpah dan tersebar di berbagai sektor, mulai dari ekonomi dan usaha mikro, pertanian, pariwisata, hingga sosial budaya yang menjadi identitas sekaligus daya saing daerah.

Firzada menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya mengidentifikasi potensi tersebut, melainkan bagaimana menerjemahkannya menjadi program kerja yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Untuk itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) dinilai memiliki peran penting sebagai motor penggerak pembangunan yang adaptif dan inovatif, tidak sekadar menjalankan fungsi administratif.

Melalui pelatihan Angkatan II ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam memetakan potensi unggulan di wilayah tugas masing-masing serta merancang strategi pengembangan yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan.

“Pelatihan ini jangan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi harus mampu melahirkan rencana aksi yang nyata dan dapat diimplementasikan untuk kemajuan daerah,” tegasnya.

Baca Juga  Jaga Kondusifitas Lingkungan Rutan Surakarta, Ka KPR Berikan Pengarahan Kepala Kamar Blok Hunian

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Tangerang, Beni Rachmat, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas ASN agar mampu mengoptimalkan potensi lokal sebagai penggerak pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, peserta pelatihan merupakan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang memiliki tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal daerah. Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi ASN.

“Peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan ASN yang memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas perspektif dalam mengembangkan potensi daerah yang menjadi tanggung jawabnya,” katanya.

Pelatihan berlangsung mulai 2 hingga 10 Juni 2026 dengan metode blended learning. Pembelajaran klasikal dilaksanakan pada 2–5 Juni 2026 di Gedung Diklat Kitri Bakti Curug, sedangkan pembelajaran distance learning atau daring berlangsung pada 8–10 Juni 2026.

Baca Juga  Kemenkum Malut Harmonisasi Tiga Produk Hukum Daerah Pemprov Malut

Menurut Beni, metode tersebut dipilih agar proses pembelajaran berjalan lebih fleksibel tanpa mengurangi efektivitas transfer pengetahuan.

“Metode blended learning dipilih agar peserta tetap memperoleh pembelajaran yang optimal, baik melalui interaksi langsung di kelas maupun melalui pembelajaran daring. Dengan pendekatan ini, proses transfer pengetahuan dan pengalaman dapat berjalan lebih efektif,” jelasnya.

Adapun materi pelatihan meliputi kebijakan pengembangan kompetensi ASN dan implementasi ASN BerAKHLAK, strategi pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, pengembangan industri dan perdagangan berbasis potensi unggulan daerah, materi antikorupsi, konsep dasar potensi lokal, identifikasi potensi daerah, teknik pengumpulan data, analisis SWOT, hingga penyusunan proposal dan strategi pemasaran.

Melalui pelatihan ini, Pemkab Tangerang berharap lahir berbagai inovasi dan rencana aksi konkret yang mampu mendorong pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan demi memperkuat pembangunan daerah berbasis keunggulan wilayah.

News Feed