oleh

Nuzulul Qur’an: Momentum Solutif Kuatkan Karakter Generasi Muda Lewat Mengaji Al-Qur`an

Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Baitut Tholibin (MBT), Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kamis (5/3), mengangkat tema “Nuzulul Qur’an sebagai Penguatan Karakter Unggul”. Selain jajaran pejabat di lingkup Kemendikdasmen, acara ini juga dihadiri oleh pejabat dari lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).

Dalam pengantarnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa isu kesehatan jiwa anak saat ini menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan. Mengacu pada data World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan, satu dari delapan orang mengalami gangguan jiwa, baik yang berat maupun ringan, ditambah dengan angka bunuh diri di seluruh dunia yang cenderung terus meningkat.

Baca Juga  Kemenkum Malut Ikuti Sosialisasi Pewarganegaraan

“Isu nasional beberapa bulan lalu (mengenai) anak kelas 4 SD yang mengakhiri hidupnya menjadi peringatan bagi kita semua. Karena itu, kami telah menandatangani surat keputusan bersama delapan kementerian untuk melakukan langkah-langkah konkret dan komprehensif dalam membangun generasi yang kuat menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Mu’ti

Lebih lanjut, Ia menjelaskan fenomena Anxious Generation atau generasi cemas yang dialami Generasi Z akibat penggunaan media digital secara berlebihan. Menurutnya, perundungan dan inspirasi untuk melakukan kekerasan sering kali bermula dari media sosial. Sehingga, Kemendikdasmen berkomitmen memberikan layanan kesehatan mental yang komprehensif bagi generasi muda sebagai bagian dari implementasi Asta Cita keempat.

Mu’ti menambahkan bahwa Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT sebagai solusi spiritual, sebagaimana yang terdapat pada Surah Yunus Ayat 59. “Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin,” tuturnya.

Baca Juga  Provinsi Banten Raih Juara Harapan III Lomba Tim Pembina Posyandu Tingkat Nasional

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis, dalam kajiannya menyoroti kaitan antara kecemasan dengan kebiasaan di media digital. Ia menerangkan bahwa doomscrolling di media sosial sering kali membuat seseorang merasa tidak bahagia, sehingga peringatan Nuzulul Qur’an harus menjadi penyeimbang antara interaksi di media digital dengan Mushaf (Al-Qur’an).

“Nuzulul Qur’an mengingatkan kita untuk mencetak karakter yang kembali kepada Al-Qur’an. Perintah pertama (yang) turun itu adalah Iqra, membaca. Kita harus mencontoh cara membaca Al-Qur’an ulama terdahulu Imam Syafi’i,” terang Cholil.

Baca Juga  DMI Kota Serang Siap Gelar Musda ke-3, Wali Kota Budi Rustandi Pastikan Dukungan Penuh

Ia meneruskan bahwa pembentukan karakter anak yang kuat dapat dimulai dengan penanaman akidah. Dengan akidah, seseorang tidak akan mudah menyerah, melainkan tetap berusaha sembari bersandar kepada Allah SWT.

Cholil Nafis mengajak jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian, dengan memanfaatkan mushaf Al-Qur’an yang tersedia secara digital di dalam ponsel. “Pastikan di ponsel kita ada mushafnya. Saat macet, (sempatkan) buka satu atau dua ayat, sehingga mulut kita menjadi manis dengan firman Allah,” pungkas Cholil.

News Feed