Jakarta, 26 September 2026 – Museum Nasional Indonesia menyelenggarakan program publik interaktif perdana yaitu BERANDA (Berbincang Ragam Budaya). Program ini merupakan salah satu upaya dalam memperkaya pemahaman masyarakat terhadap koleksi dan narasi yang dipamerkan. Berlokasi di Ruang Teater Gedung C Museum Nasional Indonesia, kegiatan ini turut menjadi momen peluncuran buku terbaru karya Herald van der Linde yang berjudul “SRIVIJAYA: Power, Trade, and Faith in Indonesia’s First Maritime Empire”.
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keputusan Herald van der Linde memilih Museum Nasional Indonesia sebagai lokasi peluncuran resmi bukunya dan terbuka bagi publik. “Acara kali ini merupakan book launching, karena menurut Pak Herald, acara-acara sebelumnya mengenai buku Sriwijaya merupakan acara yang digelar terbatas. Jadi ini adalah acara pertama yang dibuka secara resmi untuk masyarakat umum,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Herald van der Linde menjelaskan bahwa proses penyusunan buku ini melibatkan penelaahan ratusan literatur dan sumber sejarah. Buku terbarunya ini mengulas peradaban Srivijaya mulai dari catatan perjalanan biksu I Tsing pada tahun 670 Masehi, figur Dapunta Hyang Sri Jayanasa yang terekam pada prasasti sejarah di MNI, konektivitas kuat dengan Wangsa Syailendra dan era pembangunan Borobudur, hingga kaitannya dengan asal-usul pendirian Singapura.
Salah satu fokus diskusi mengulas peran situs Muara Jambi di Sumatra sebagai salah satu pusat pembelajaran dan universitas tertua di dunia pada zamannya, serta bagaimana pelabuhan-pelabuhan di Nusantara berfungsi sebagai jembatan penting dalam jejaring perdagangan dan diplomasi internasional.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Umum Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), Marsis Sutopo dan Presiden Indonesian Heritage Society, Christine Kristiati.
Kepala Museum dan Cagar Budaya berharap melalui peluncuran buku ini, Museum Nasional Indonesia dapat terus menghidupkan narasi koleksi museum dan mendorong masyarakat untuk semakin memahami pentingnya sejarah kebaharian Nusantara dalam membentuk identitas bangsa.
Melalui program BERANDA dan peluncuran buku ini, Museum Nasional Indonesia terus berkomitmen menghidupkan narasi koleksi bersejarahnya agar semakin relevan, kontekstual, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap peluncuran buku ini merupakan wujud komitmen mendorong pemajuan kebudayaan nasional.
Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan / Agung panji








