BEKASI — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan. Momentum tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian untuk mendorong warga binaan memperkuat keimanan, ketakwaan, serta membangun kembali karakter sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Cikarang, Selasa (1/9/2026), diikuti 467 warga binaan dengan mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membentuk Pribadi yang Beriman, Bertakwa, dan Berakhlak Mulia.” Kegiatan turut dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang Urip Dharma Yoga, Ketua MUI Kabupaten Bekasi Prof. Dr. KH. Mahmud, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi Dr. H. Ujang Ruhiat, Ketua Baznas Kabupaten Bekasi H. Aminnulloh, perwakilan Yayasan Dompet Dhuafa Ustadz Azizi, serta Ustadz Husni Mubarok atau yang dikenal sebagai Ustadz Bui.
Sebelum puncak peringatan Maulid, Lapas Cikarang juga telah menggelar sejumlah perlombaan keagamaan yang diikuti 87 warga binaan. Perlombaan tersebut meliputi lomba azan, tilawah, tahfiz, dan cerdas cermat Islami. Selain menjadi wadah untuk mengembangkan potensi dan kreativitas, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman keagamaan warga binaan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, penghargaan kemudian diberikan kepada para warga binaan yang berhasil meraih prestasi.
Bagi Kepala Lapas Cikarang, Urip Dharma Yoga, berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan yang terus dijalankan di dalam lapas.
“Kami tentu sangat mendukung program-program pembinaan yang selama ini sudah berjalan, khususnya pembinaan keagamaan yang menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk kepribadian warga binaan. Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi nilai-nilai yang disampaikan benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Urip.
Ia menambahkan, pembinaan kepribadian diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk melakukan perubahan positif. Menurutnya, keberhasilan pembinaan bukan hanya terlihat dari antusiasme mengikuti kegiatan, tetapi juga dari kemampuan warga binaan dalam mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan.
“Ke depan kami ingin program-program pembinaan seperti ini terus dikembangkan dan dilaksanakan secara konsisten. Kami berharap warga binaan semakin memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta memiliki bekal yang cukup ketika nantinya kembali berkumpul bersama keluarga dan berada di tengah masyarakat,” katanya.
Suasana kegiatan semakin bermakna dengan adanya momentum silaturahmi antara warga binaan dan keluarga. Sejumlah warga binaan yang sebelumnya mengikuti perlombaan dan meraih prestasi mendapatkan kesempatan untuk menjalani prosesi sungkeman bersama keluarga yang hadir. Momen tersebut menjadi ruang bagi warga binaan untuk menunjukkan penghormatan sekaligus ungkapan kasih sayang kepada orang tua maupun pasangan.
Peringatan Maulid kemudian dilanjutkan dengan ceramah dan tausiyah yang disampaikan Ustadz Husni Mubarok, S.Sos.I., atau Ustadz Bui. Pesan keagamaan disampaikan untuk memberikan pemahaman sekaligus motivasi kepada warga binaan agar mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Cikarang berharap pembinaan keagamaan dapat terus menjadi salah satu fondasi dalam proses perubahan diri warga binaan. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar, serta ditutup dengan doa dan foto bersama sebagai bentuk penguatan silaturahmi dan komitmen bersama dalam mendukung program pembinaan kepribadian.











