Purwokerto, 23 Juli 2026 – Lapas Kelas IIA Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan panen tanaman caisim dan pepaya yang dilaksanakan pada Kamis (23/7) pukul 10.00 WIB di area pertanian Branggang Selatan. Kegiatan ini melibatkan petugas Seksi Kegiatan Kerja bersama warga binaan yang aktif mengikuti program pembinaan di bidang pertanian.
Dari kegiatan panen tersebut diperoleh hasil sebanyak 28 kilogram yang terdiri atas tanaman caisim dan pepaya. Hasil panen merupakan buah dari proses budidaya yang dilakukan secara berkelanjutan oleh warga binaan di bawah pembinaan Seksi Kegiatan Kerja. Seluruh hasil panen kemudian disetorkan sebagai Bahan Makanan (Bama) untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi pelaksanaan pembinaan sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas.
Selain menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk meningkatkan keterampilan, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam mengelola sektor pertanian. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta tetap memperhatikan teknik panen yang baik agar kualitas hasil pertanian tetap terjaga.
Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan panen ini merupakan bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di Lapas. “Hasil panen ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan pembinaan keterampilan warga binaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung dalam mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas. Kami akan terus mengembangkan program pertanian sebagai bekal keterampilan dan kemandirian warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” ujar Aliandra Harahap.











