Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto melaksanakan pengiriman produk hasil karya warga binaan berupa sapu lidi dan sapu lakop sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang kerajinan, Sabtu (14/3). Kegiatan ini merupakan upaya Lapas dalam mendorong warga binaan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis.
Dalam kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Purwokerto mengirimkan sebanyak 1.000 sapu lidi dan 270 sapu lakop yang merupakan hasil produksi warga binaan. Produk-produk tersebut dibuat melalui program pembinaan keterampilan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pendampingan dari petugas Lapas.
Hasil karya warga binaan tersebut kemudian dikirimkan kepada CV Hamaki Group di Cilacap sebagai bagian dari kerja sama dalam pemasaran serta pemanfaatan produk hasil karya warga binaan. Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga pengalaman dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Seluruh rangkaian kegiatan pengiriman produk berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
(Humas Lapas Purwokerto)











