PURWOKERTO – Lapas Kelas IIA Purwokerto terus mengembangkan kegiatan pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian. Kali ini, kegiatan budidaya melon memasuki tahap pindah tanam setelah bibit menjalani proses penyemaian selama dua minggu. Bibit yang telah melalui tahap awal pertumbuhan tersebut kemudian dipindahkan ke area Branggang Selatan untuk melanjutkan proses pertumbuhan (13/10).
Pindah tanam merupakan salah satu tahapan penting dalam budidaya melon untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih sesuai bagi tanaman. Setelah dua minggu penyemaian, bibit dipindahkan dari media semai ke area tanam agar dapat melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan. Tahapan ini dilakukan sebagai bagian dari proses budidaya yang memerlukan ketelitian dan perawatan secara berkelanjutan.
Kalapas Kelas IIA Purwokerto, Winarso, menyampaikan bahwa pengembangan budidaya tanaman menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan potensi lahan sekaligus mendukung program pembinaan kemandirian warga binaan. “Kegiatan budidaya melon ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus kami kembangkan. Kami berharap melalui proses ini, warga binaan dapat belajar secara langsung mengenai tahapan pertanian, mulai dari penyemaian, pindah tanam, perawatan, hingga nantinya proses panen,” ujar Winarso.
Setelah dipindahkan ke Branggang Selatan, tanaman melon akan memasuki tahap perawatan lanjutan untuk mendukung pertumbuhan yang optimal. Perawatan secara rutin diperlukan agar tanaman dapat berkembang dengan baik hingga memasuki masa panen. Proses ini juga menjadi kesempatan untuk mempelajari pentingnya ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan pertanian.
Melalui pengembangan budidaya melon ini, Lapas Kelas IIA Purwokerto terus berupaya menghadirkan kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Selain memanfaatkan lahan yang tersedia, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk meningkatkan keterampilan di bidang pertanian sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat. Dengan demikian, pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada aktivitas selama menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar mampu mengembangkan potensi diri secara positif di masa depan.











