Purwokerto, 25 November 2025 — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pada hari Selasa pukul 10.40 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Evaluasi dan Monitoring Pembinaan UMKM berupa pembuatan batik dan tikar pandan oleh Direktur CV Rajasa Mas Jaya Cilacap, Euis Rohaini.
Kegiatan evaluasi ini merupakan bagian dari implementasi Perjanjian Kerja Sama antara Lapas Kelas IIA Purwokerto dengan CV Rajasa Mas Jaya Cilacap terkait pelatihan dan produksi batik serta tikar pandan yang dikerjakan oleh WBP. Program ini bertujuan memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan WBP setelah bebas, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam evaluasinya, Direktur CV Rajasa Mas Jaya menyampaikan bahwa keterampilan WBP menunjukkan perkembangan yang signifikan. Produk tikar pandan yang dalam beberapa hari terakhir dibuat dalam bentuk storage berbentuk tabung dinilai sudah memenuhi standar kualitas dan mutu. Sementara itu, pada sektor batik, WBP dinilai mulai mahir dalam proses pengecapan berbagai motif. Ke depan, mereka akan mulai dilatih membuat batik tulis untuk meningkatkan nilai dan kompleksitas keterampilan.
Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, memberikan apresiasi atas hasil evaluasi tersebut. “Kami sangat bangga melihat perkembangan WBP dalam program pembinaan kemandirian ini. Keterampilan batik dan kerajinan pandan bukan hanya kegiatan positif, tetapi juga peluang ekonomi yang nyata. Kami akan terus mendorong dan memfasilitasi pembinaan ini agar WBP memiliki bekal kuat untuk mandiri setelah bebas,” ujar Kalapas.
Kegiatan berlangsung lancar dan menjadi momentum penting dalam memastikan kualitas pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Purwokerto terus meningkat dan membawa manfaat bagi para warga binaan
(Humas Lapas Purwokerto)

