Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang menerima kunjungan kerja Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Utama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Sudjonggo, Rabu (7/1). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan program pembinaan kemandirian, khususnya pada Program Pembinaan Jawara Beton, sebagai bagian dari upaya menyiapkan Warga Binaan yang produktif, mandiri, dan siap menjalani proses reintegrasi sosial.
Dalam kunjungan tersebut, PK Utama Ditjenpas meninjau secara langsung pelaksanaan program pembinaan kemandirian sekaligus berdiskusi dengan jajaran pejabat struktural Lapas Kelas I Tangerang terkait penguatan sinergi antara pembinaan di dalam Lapas dan Pembimbing Kemasyarakatan. Sudjonggo menegaskan pentingnya kesinambungan peran antara petugas pemasyarakatan dan Pembimbing Kemasyarakatan agar hasil pembinaan dapat berkelanjutan hingga pada tahap pasca pemidanaan.
“Pembinaan yang dilaksanakan di dalam Lapas harus terintegrasi dengan Pembimbing Kemasyarakatan. Dengan demikian, Warga Binaan memiliki bekal keterampilan dan kesiapan mental yang nyata ketika kembali ke tengah masyarakat,” Ungkapnya.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menyampaikan bahwa Program Pembinaan Jawara Beton merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk meningkatkan kemandirian, keterampilan kerja, serta daya saing Warga Binaan. Program tersebut dilaksanakan secara terstruktur dan berorientasi pada pembinaan berkelanjutan.
“Program Jawara Beton kami dorong sebagai wadah pembinaan kemandirian yang tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan, tetapi juga pembentukan sikap kerja, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Harapannya, Warga Binaan memiliki bekal yang cukup dan mampu beradaptasi serta mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Beni.
Sementara itu, Kepala Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas I Tangerang, Tri Mulyono, menegaskan bahwa keberhasilan program pembinaan tidak terlepas dari dukungan keamanan dan ketertiban yang kondusif. Menurutnya, stabilitas kamtib merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pembinaan di Lapas.
“Keamanan dan ketertiban yang terjaga dengan baik menjadi prasyarat utama agar seluruh program pembinaan dapat berjalan optimal. Kami berkomitmen untuk memastikan lingkungan Lapas tetap aman dan kondusif sehingga pelaksanaan pembinaan kemandirian, termasuk Program Jawara Beton, dapat berlangsung secara berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui kunjungan kerja ini, Lapas Kelas I Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan pembinaan serta memperkuat sinergi dengan Pembimbing Kemasyarakatan. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka mendukung penyelenggaraan Pemasyarakatan yang profesional, produktif, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial Warga Binaan.











