oleh

Ketum KB PII Optimistis Koperasi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Jakarta – Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Nasrullah Larada meyakini koperasi ke depan tidak sekadar menjadi perkumpulan usaha kecil, tetapi dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Hal itu disampaikan Nasrullah saat penutupan Indonesian Ramadhan Expo 2026 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional tidak akan optimal tanpa penguatan peran koperasi, khususnya dalam mendorong UMKM agar mampu berkembang baik di desa maupun di daerah.

“Pertumbuhan ekonomi akan kering kalau tidak disertai dengan koperasi, karena koperasi memotivasi UMKM agar bisa menggerakkan usahanya baik yang ada di daerah maupun yang ada di desa,” ungkapnya.

Nasrullah juga optimistis bahwa di bawah pemerintahan saat ini, koperasi yang selama ini kurang berkembang akan mengalami transformasi.

Baca Juga  Menteri PUPR: Kunjungan Presiden Jokowi Ke Provinsi Lampung Tanggal 5 Mei

“Kalau dulu kita dengar koperasi kita pesimis, tapi dalam 1–2 tahun ke depan insyaallah koperasi akan berubah wajah,” kata Nasrullah.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Menteri Koperasi dan mendapatkan jaminan bahwa wajah koperasi ke depan tidak lagi seperti model lama, tetapi akan dibuat lebih modern dan menarik bagi generasi muda.

“Bukan seperti koperasi zaman dulu, tapi koperasi yang bisa digemari oleh Gen Z. Itulah kita sangat dukung gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Menteri Koperasi,” tegasnya.

Sebagai penyelenggara Indonesian Ramadhan Expo 2026, mewakili KB PII Nasrullah juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Menteri Koperasi, baik secara formal maupun informal.

Baca Juga  Bersatu Bersama Alam Kodim 0601/Pandeglang Tanam Mangrove Di Pesisir Pantai Panimbang

“Sejak mendapatkan support dari Menteri Koperasi, bukan hanya formal tapi juga informal. Jadi kalau kita bisa kerja bareng, insyaallah koperasi ini bisa kita wujudkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tuturnya.

Ke depan, ia meyakini bahwa bukan hanya pengusaha besar yang mampu mengelola sumber daya alam, tetapi koperasi juga memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi usaha yang kuat dan menguntungkan.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono meyakini program Koperasi Desa Merah Putih yang akan dibangun di desa dan kelurahan di seluruh Indonesia dapat menjadi solusi bagi masyarakat dari praktik rentenir, pinjaman online (pinjol), hingga tengkulak.

“Kopdes Merah Putih ini akan siapkan lembaga keuangan mikro yang akan memberikan alternatif supaya masyarakat tidak terjerat pinjol, judol, dan rentenir,” kata Ferry saat menutup Indonesian Ramadhan Expo 2026.

Baca Juga  Hakim Pengawas dan Pengamat Pengadilan Negeri Bangil Lakukan Kunjungan ke Rutan Bangil 

Menurutnya, program Kopdes Merah Putih ditargetkan hadir di sekitar 80.000 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, dan dalam waktu sekitar dua bulan ke depan diharapkan sudah dapat beroperasi secara penuh.

Meski demikian, Ferry menegaskan bahwa kehadiran koperasi tersebut tidak dimaksudkan untuk mematikan gerai-gerai ritel modern yang telah lebih dahulu beroperasi.“Kita akan berkembang bersama-sama,” ujarnya.

Ferry pun mengajak KB PII serta organisasi kemasyarakatan Islam lainnya untuk memanfaatkan Kopdes Merah Putih sebagai pusat pengembangan ekonomi baru di tengah masyarakat. (ata/adp)

News Feed