oleh

Kabapas Padang Ikuti 7th WCPP, Perkuat Kapasitas dan Jejaring Pemasyarakatan Internasional

POLTEN.CO.ID- Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Kelas I Padang, Enjat Lukmanul Hakim, turut ambil bagian dalam kegiatan The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) yang diselenggarakan pada 14–17 April 2026 di Bali International Convention Center.

Kongres internasional bergengsi ini mengusung tema “Getting Smart on Justice: Healing Hearts, and Safer Societies”, yang menegaskan komitmen global dalam mendorong transformasi sistem pemasyarakatan menuju pendekatan keadilan restoratif yang lebih humanis, inklusif, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta diikuti oleh lebih dari 400 peserta dari 44 negara yang terdiri dari praktisi, akademisi, serta para pemangku kepentingan di bidang pemasyarakatan. Dari Indonesia, kegiatan ini juga diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan serta para Kepala Balai Pemasyarakatan dari seluruh Indonesia.

Baca Juga  Mertua Kaesang dan KAI Ajak UMKM Menangkan Prabowo Gibran Satu Putaran

Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai agenda strategis, mulai dari sesi pleno, diskusi tematik, hingga pertukaran praktik terbaik (best practices) antarnegara dalam upaya meningkatkan efektivitas sistem pembimbingan dan pengawasan klien pemasyarakatan.

Keikutsertaan Kabapas Padang dalam forum internasional ini merupakan wujud komitmen dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaksanaan tugas pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong penerapan keadilan restoratif di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperluas jejaring kerja sama serta menyerap berbagai inovasi dan pengalaman dari negara lain.

Baca Juga  Tata Kelola Anggaran Dinilai Transparan dan Akuntabel, Kota Bekasi Sabet Predikat “Sangat Baik” dari LKPP

Kabapas Kelas I Padang, Enjat Lukmanul Hakim, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pembimbing kemasyarakatan dalam mendukung sistem peradilan yang lebih humanis.

“Melalui forum internasional ini, kami memperoleh banyak perspektif dan praktik terbaik dari berbagai negara yang dapat diadaptasi dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan, khususnya dalam pendekatan keadilan restoratif. Harapannya, ilmu dan pengalaman yang didapat dapat diimplementasikan di Bapas Padang guna meningkatkan kualitas layanan serta mendukung reintegrasi sosial klien secara optimal,” ujarnya.

Baca Juga  Tri Adhianto Kenakan Busana Sri Maharja Tarusbawa, Harris Bobihoe Tampil Adat Bekasi di HUT Jabar ke 80

Diharapkan, hasil dari partisipasi dalam kongres ini dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas di Balai Pemasyarakatan Kelas I Padang, guna mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pemulihan serta reintegrasi sosial klien.(Red)

News Feed