oleh

Ini Kata Sutrisno Budi Soal Keputusan PB IPSI dan Dinamika Internal PSHT

Belum lama ini, tepatnya Senin, 20 April 2026, awak media berkesempatan mewawancarai Sutrisno Budi di sela-sela waktu istirahatnya setelah berolahraga lari pagi di Surabaya.

Pada kesempatan tersebut, Sutrisno Budi, S.H., M.H yang juga mantan LHA Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menyampaikan tanggapannya terkait perkembangan terkini organisasi.

Sutrisno Budi menyoroti keputusan PB IPSI (Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia) yang mengakui keabsahan PSHT di bawah kepemimpinan M. Taufik sebagai perguruan historis anggota IPSI.

Baca Juga  Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko menggelar Ngariung Iman Ngariung Aman Dalam Rangka Memfasilitasi Mediasi Kasus Kecelakaan

Menurut Sutrisno Budi, kondisi yang terjadi saat ini, di mana kepemimpinan tersebut mendapatkan dukungan dan legitimasi dari pemerintah serta masyarakat luas, termasuk PB IPSI. Hal ini menurutnya, telah ia analisis dan prediksi sebelumnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa gerakan “nyawiji” atau bersatu yang diinisiasi oleh pihak Jakarta sebelumnya telah ditolak oleh kepemimpinan lain di Madiun. Ia menilai penolakan tersebut sebagai keputusan yang berdampak besar terhadap dinamika organisasi saat ini.

Baca Juga  Meraih Inspirasi, Studi Tiru Lapas Cilegon Di Cirebon Picu Inovasi Rehabilitasi

Menurut pandangan Sutrisno Budi, penolakan terhadap upaya penyatuan merupakan bentuk sikap yang perlu menjadi bahan refleksi bersama.

Sutrisno Budi mengingatkan bahwa, dalam perjalanan organisasi, sikap tersebut dapat berimplikasi terhadap keberlangsungan dan keharmonisan internal.

Sutrisno Budi juga menyoroti adanya perubahan dalam pemaknaan jati diri organisasi.

Ia menyebut, sejak dahulu SH Terate dikenal sebagai organisasi persaudaraan, namun saat ini berkembang menjadi paguron yang dikelola secara organisasi. Menurutnya, perubahan ini berdampak pada pola pengambilan keputusan yang tidak lagi sepenuhnya menempatkan nilai persaudaraan sebagai landasan utama, sehingga memengaruhi militansi anggotanya.

Baca Juga  Kanwil Ditjenpas Banten Raih Stand Terbaik II di IPPAFEST 2025, Lapas Cilegon Sampaikan Apresiasi Atas Prestasi Gemilang

Di akhir perbincangan, Sutrisno Budi menegaskan, SH Terate merupakan anugerah Tuhan untuk “memayu hayuning bawana” atau menjaga kebaikan dunia.

Untuk itu ia mengajak seluruh anggota untuk terus mencari jalan penyelesaian demi kebaikan bersama.

Sutrisno Budi optimistis bahwa peluang perbaikan kondisi organisasi masih terbuka lebar, dengan catatan diperlukan upaya sungguh-sungguh serta evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek internal organisasi.

News Feed