oleh

Indonesia–Kenya–Jerman Perkuat Kerja Sama Energi Terbarukan melalui Program SSTC ENTRI di Manado

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, bekerja sama dengan Pemerintah Jerman melalui GIZ Indonesia dan Pemerintah Kenya, menyelenggarakan 3rd Exchange of South-South and Triangular Cooperation on Geothermal Energy sebagai bagian dari rangkaian program Renewable Energy Mini Grids for Triangular Cooperation in Indonesia (ENTRI) dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). Program ini bertujuan memperkuat pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi pembangunan di bidang energi terbarukan antara negara-negara mitra.

Kegiatan yang berlangsung pada 8-15 November 2025 di Manado, Sulawesi Utara, ini diikuti oleh 17 peserta dari berbagai institusi kunci sektor energi Kenya, antara lain Kementerian Energi dan Petroleum Kenya, Geothermal Development Company (GDC), Kenya Electricity Generating Company (KenGen), perwakilan akademisi, serta komunitas lokal. Dari Indonesia, kegiatan ini turut melibatkan peserta dari berbagai pemangku kepentingan sektor energi, termasuk perwakilan Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Tomohon, sektor swasta, serta sejumlah mitra akademik dari universitas-universitas ternama di Indonesia yang berperan aktif dalam diskusi dan pertukaran pengetahuan.

Baca Juga  ROSITA Marinir Habema Bantu Ekonomi Warga Dekai

Melalui kegiatan ini, Indonesia dan Kenya sebagai dua negara dengan potensi energi panas bumi terbesar di dunia, bertukar praktik baik mengenai kebijakan energi terbarukan, inovasi geothermal , serta kolaborasi multipihak dalam mendukung pembangunan rendah karbon.

Sebagai bagian dari agenda pembelajaran lapangan, delegasi mengunjungi Pusat Panas Bumi Lahendong milik PT Pertamina Geothermal Energy, Tbk. (PGE) untuk melihat secara langsung implementasi teknologi, inovasi efisiensi energi, serta pemanfaatan langsung panas bumi. PT PGE juga turut berbagi pengalaman mengenai pengembangan panas bumi yang memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Delegasi turut meninjau PLTP Lahendong Unit 5 dan 6, serta sejumlah inisiatif geothermal beyond electricity seperti Gula Aren Masarang, Lao-Lao Geothermal Park, Teknologi Flow2Max, dan Booster Katrili hasil kolaborasi antara PT PGE dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca Juga  Presiden Prabowo Tekankan Sinergi Program Kerja untuk Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Pada akhir rangkaian kegiatan, sebagai bagian dari agenda pertukaran budaya, para peserta berkesempatan mengunjungi Taman Nasional Bunaken untuk mengenal lebih dekat keindahan alam laut Indonesia sekaligus memperkuat hubungan interpersonal dan pemahaman lintas budaya.

Dr. Joseph Odongo Oketch, selaku Ketua Delegasi Kenya, berharap inisiatif ini dapat memperluas dampak pembangunan, mendorong inovasi teknologi, serta memperkuat ekosistem energi terbarukan di negara-negara berkembang. Melalui program ENTRI, Indonesia, Kenya, dan Jerman menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang energi bersih dan berkelanjutan. (Biro KTLN Kemensetneg)

Baca Juga  Kemenkumham Jateng Gelar Diskusi Strategi Kebijakan: Menuju Sistem Pemasyarakatan Yang Ideal

News Feed