Nama Friendster mungkin sudah lama hilang dari keseharian kalian, tapi platform lama ini tiba-tiba muncul lagi dengan konsep yang cukup berbeda. Seorang programmer bernama Mike Carson membeli domainnya dan mencoba menghidupkan ulang pengalaman media sosial yang terasa lebih sederhana. Satu hal yang ditawarkan oleh Friendster memang bukanlah soal feed ramai atau konten viral, tapi soal interaksi yang benar-benar terasa dekat.
Friendster di iOS Sudah Hadir
Versi baru Friendster saat ini baru hadir di iOS dan masih tanpa versi web, karena masih dalam proses pengembangan. Platform ini sengaja dibuat tanpa iklan, tanpa algoritma, dan tidak menjual data pengguna ke pihak lain. Jadi yang kalian lihat benar-benar berasal dari koneksi sendiri, bukan hasil kurasi sistem.
Hal paling menarik justru ada di cara menambah teman yang tidak bisa dilakukan sembarangan. Kalian harus mendekatkan smartphone secara fisik dengan pengguna lain untuk bisa terhubung. Cara ini sengaja dibuat agar orang kembali bertemu langsung, bukan hanya saling follow dari layar.
Carson sendiri mengaku terinspirasi dari pengalaman awal internet yang terasa lebih hangat dan personal. Ia ingin menghadirkan kembali ruang digital yang tidak dipenuhi tekanan, sekaligus mendorong orang keluar dari kebiasaan scroll tanpa henti. Bahkan motivasinya cukup personal, karena ia dulu bertemu istrinya lewat platform online.

